Rusia: Semua Jet Tempur Tinggalkan Iran karena Misi Tercapai

MOSKOW - Pemerintah Rusia mengkonfirmasi bahwa semua pesawat jet tempur Moskow telah meninggalkan Pangkalan Udara Hamadan, Iran. Alasannya, misi jet-jet tempur Rusia untuk operasi militer di Suriah telah tercapai.

”Pesawat Rusia yang jalankan misi dari Pangkalan Udara Hamadan, Iran, terhadap sasaran teroris di Suriah telah berhasil menyelesaikan (tugas mereka). Pesawat tempur saat ini kembali Federasi Rusia,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov, pada Senin petang.

Meski semua pesawat jet tempur Rusia ditarik dari Iran, Moskow tidak menutup kemungkinan untuk melakukannya lagi di masa depan.

”Akan didasarkan pada kesepakatan bersama dalam memerangi terorisme dan tergantung pada perkembangan di Suriah,” lanjut Konashenkov, seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (23/8/2016).

Konfirmasi dari Rusia itu muncul setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi, mengumumkan berhentinya Rusia menggunakan pangkalan udara Hamadan. ”Mereka melakukan (operasi) ini dan selesai untuk saat ini,” kata Qasemi.

Sedangkan Menteri Pertahanan Iran, Hossein Dehghan, mengatakan bahwa penyebaran jet-jet tempur Rusia di Iran hanya sementara. Namun, itu bisa bertahan selama diperlukan.

Dalam operasi militer di Suriah melalui Pangkalan Udara Hamadan, Iran, Rusia mengerahkan pesawat pengebom Tu-22M3 dan jet tempur Su-34. Pesawat-pesawat tempur itu beroperasi selama sepekan dan menuai kritik dari Amerika Serikat (AS).

Gedung Putih berspekulasi bahwa langkah Iran itu kemungkinan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang transfer pesawat tempur ke Iran.

Namun, Moskow menepis spekulasi itu dengan alasan pengerahan jet tempur ke Iran bukan transfer pesawat tempur untuk Teheran, melainkan bertujuan untuk operasi militer di Suriah secara legal atas persetujuan kedua pemerintah, yakni Suriah dan Iran.
iklan