Latihan Perang, Pasukan Rusia Minta Tentara NATO Menyerah

MOSKOW - Militer Rusia menggelar latihan perang di wilayah barat laut negara itu. Dalam latihan perang itu, tentara Rusia mensimulasikan pengejaran terhadap tentara NATO.






Selama latihan perang berlangsung, militer suara melontarkan sejuta pesan penuh makna melalui pengeras suara. "Tentara NATO! Anda dibohongi! Anda tidak menjaga perdamaian! Letakkan senjata Anda," suara wanita terdengar dari pengeras suara seperti dikutip dari laman Russia Today, Sabtu (20/8/2016).

"Serangan berbahaya Anda mengganggu negara yang damai. Anda akan menderita kerugian dan memancing kemarahan dari orang-orang yang tidak pernah menderita kekalahan dalam perang. Jatuhkan senjata Anda dan berhenti menjadi pion bagi pemimpin Anda," sambung pesan tersebut.

Militer Rusia saat ini tengah melakukan latihan militer di dekat St. Petersburg dan Pskov. Latihan bersama yang diberi tajuk Cooperation 2016 itu sebagian ditujukan untuk mempersiapkan pasukan untuk melindungi perbatasan negara.



Latihan ini merupakan bagian dari serangkaian latihan yang dilakukan oleh Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO). Selain Rusia, anggota CSTO termasuk Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan dan Tajikistan. Negara-negara ini juga melakukan latihan anti-terorisme.

NATO dan Rusia terlibat ketegangan setelah aliansi militer bentukan Amerika Serikat (AS) itu mengirim pasukan ke wilayah perbatasan Moskow. Pada tanggal 14 Juni lalu, NATO setuju untuk mengerahkan kekuatan 4.000 pasukan baru di wilayah Baltik dan Polandia di samping lebih dari 1.000 tentara yang telah ditempatkan di sana secara rotasi.

sindonews
iklan