Jika Terancam, AS Siap Balas Aksi Rusia dan Suriah

WASHINGTON - Panglima pasukan Amerika Serikat (AS) di Irak dan Suriah mengatakan pihaknya siap mengambil langkah balasan jika mereka merasa terancam oleh angkatan udara Suriah atau Rusia. Peringatan ini datang setelah insiden yang terjadi baru-baru ini dimana pesawat tempur Suriah menyerang daerah dekat dengan pasukan khusus AS.




"Kami telah memberitahu Rusia di mana kami berada, mereka mengatakan bahwa mereka telah Suriah dan saya hanya akan mengatakan bahwa kami akan mempertahankan diri jika merasa terancam," kata Letjen Stephen Townsend dalam wawancara dengan CNN seperti dikutip dari Russia Today, Senin (22/8/2016).

Sebelumnya, pasukan khusus AS hampir menjadi korban serangan udara Suriah di Hasakah. Angkatan udara Suriah menjatuhkan bom di daerah dimana pasukan khusus AS tengah melakukan operasi di darat. Pasukan koalisi AS pun meminta bantuan pesawat tempur. Saat pesawat AS tiba, jet-jet Suriah telah meninggalkan lokasi kejadian.

Koalisi pimpinan AS di darat telah mencoba menghubungi pesawat tempur Suriah pada frekuensi radio umum, tapi tidak ada respon. Mereka harus menghubungi perintah Rusia yang menegaskan bahwa pesawat mereka tidak terlibat.

Minggu depan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Menteri Luar Negeri AS John Kerry akan bertemu di Jenewa untuk membahas penyelesaian Suriah. Keduanya juga akan membahas kerjasama Rusia-AS dan lebih aktif dalam melakukan pertukaran data intelijen seperti dilaporkan media mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.
iklan