Turki Sudah Tahu Kewarganegaraan Tiga Pengebom Bunuh Diri

Jakarta, CNN Indonesia -- Keamanan Turki sudah mengetahui secuil identitas tiga pengebom bunuh diri yang meledakkan Bandara Ataturk, Istanbul, Selasa (28/6). Dicurigai ketiganya merupakan anggota ISIS.




Diberitakan Reuters, tiga pengebom bunuh diri yang dalam aksinya menewaskan 44 orang itu berkewarganegaraan Rusia, Uzbekistan, dan Kyrgyzstan. Pemerintah Turki mengumumkan temuan itu secara resmi pada Kamis (30/6).

Ketiga pengebom itu meletuskan tembakan secara acak di luar bandara, membuat panik masyarakat. Dua dari mereka kemudian masuk ke gedung terminal dan meledakkan diri. Bom ke-tiga pun akhirnya meledak, tapi di pintu masuk bandara.

Akibat peristiwa itu setidaknya 44 orang meninggal dunia dan 238 lainnya luka-luka. Serangan di salah satu bandara tersibuk dunia itu termasuk pengeboman paling mematikan di Turki—yang sejatinya punya sederet riwayat pengeboman—tahun ini.



Pemerintah menolak memberikan keterangan lebih lanjut selain soal kewarganegaraan tiga pengebom. Mereka juga belum bersedia memberikan nama, karena investigasi masih berlanjut.

Pemerintah mengatakan, tim forensik sedang berjuang mengidentifikasi tiga pengebom bunuh diri, dari sisa-sisa keberadaan mereka yang sangat terbatas akibat ledakan bom.

Menurut Menteri Dalam Negeri Turki Efkan Ala, bukti-bukti yang ada sejauh ini mendukung dugaan bahwa pengebom terkait ISIS. Ia sempat membocorkan bahwa identitas salah satu pengebom sudah benar-benar berhasil diketahui, namun enggan menjelaskan lebih lanjut.

Meski begitu, spekulasi sudah beredar di beberapa media lokal. Surat kabar Yeni Safak misalnya, berani mengatakan bahwa pengebom yang berkebangsaan Rusia berasal dari Dagestan.

Itu merupakan daerah yang berbatasan dengan Chechnya, di mana Moskow pernah terlibat dua perang melawan kelompok separatis dan militan religius sejak Uni Soviet runtuh pada 1991.

Surat kabar lain, Hurriyet bahkan berani menyebut nama: Osman Vadinov. Disebutkan bahwa sang pengebom berasal dari Raqqa, daerah yang dikuasai ISIS di Suriah. Kementerian Dalam Negeri Rusia disebut-sebut sedang mengecek kebenaran kabar soal Vadinov.

Dua pengebom lain juga sedang dalam pengecekan. Juru bicara keamanan Kyrgyzstan mengatakan pihaknya sedang menginvestigasi apakah ada warganya yang terlibat ISIS dan menjadi martir. Sementara pemerintah Uzbekistan belum memberikan komentar sejauh ini.

Sebelumnya diberitakan, polisi Turki menahan 13 orang termasuk tiga warga asing, yang diduga terkait serangan bom bunuh diri itu, pada Kamis.

Pemerintah melakukan razia besar-besaran di sel militan ISIS di 16 tempat di Istanbul. Penggerebekan juga dilakukan di kota pesisir Aegean dan Izmir. (rsa)
iklan