Turki melanjutkan 'pembersihan' di tubuh militer dan jajaran hakim

Pihak berwenang Turki terus melakukan penangkapan terhadap anggota tentara, termasuk perwira tinggi, atas tuduhan keterlibatan mereka dalam kudeta yang gagal.

Mereka juga menggerebek sejumlah pangkalan militer di seluruh negara itu untuk mencari para pendukung kudeta militer yang gagal.
Sejauh ini, lebih dari 3.000 tentara telah ditahan dan beberapa 2.700 hakim telah dipecat. Seorang komandan garnisun di wilayah Denizili Mayor Jendral Ozhan Ozbakir, dan lebih dari 50 tentara ditahan di wilayah itu pada Minggu dini hari, demikian menurut laporan media Turki.


Image copyrightEPA
Image captionWarga Turki menggelar pawai mendukung pemerintahan Erdogan yang berhasil menggagalkan upaya kudeta militer.
Salah-seorang hakim senior di Turki, Alparslan Altan, ditahan pada hari Sabtu. Adapun 44 hakim dan jaksa ditahan pada Sabtu di pusat kota Konya dan 92 lainnya di kota Gazientep, kata kantor berita Dogan.

Permintaan ekstradisi

Turki juga telah meminta kepada pemerintah Yunani untuk mengekstradisi delapan perwira militer yang melarikan diri dengan helikopter dan meminta suaka politik kepada Yunani
Mereka yang ditangkap adalah orang-orang yang dituduh pengikut ulama Turki yang mengasingkan diri di AS, Fethullah Gulen.
Image copyrightREUTERS
Image captionFethullah Gulen, yang mengasingkan diri ke AS, dituding pemerintah Turki sebagai dalang upaya kudeta pada hari Jumat lalu. Gulen membantah tuduhan tersebut.
Gullen dituding pemerintah Turki sebagai dalang upaya kudeta pada hari Jumat lalu. Gulen sendiri membantah tuduhan tersebut.
Sebagai rekan sesama anggota NATO, Presiden Erdogan telah meminta kepada AS untuk mengekstradisi Gullen.
"Jika kita adalah mitra strategis," katanya dalam pidato televisi pada hari Sabtu (16/07), "maka Anda sepatutnya menerima permintaan kami".
Image copyrightEPA
Image captionSebagai rekan sesama anggota NATO, Presiden Erdogan telah meminta kepada AS untuk mengekstradisi Gullen.
Menteri luar negeri AS, John Kerry, saat berbicara di Luxemburg, mengatakan Turki harus "memberikan bukti yang kuat" tentang tuduhannya terhadap Gulen.
Lebih lanjut AS mendesak Turki untuk menghormati aturan hukum selama penyelidikan terhadap mereka yang dianggap terlibat upaya kudeta.
Erdogan mengklaim parlemen Turki tengah mempertimbangkan untuk menyetujui hukuman mati kepada orang-orang yang terlibat upaya kudeta.
iklan