Takut AS Marah, Para Pejabat Barat Diam-diam Lobi Assad

DAMASKUS - Para pejabat Barat ternyata diam-diam bernegosiasi dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad meski di depan umum mereka keras mengkritik rezim Suriah. Lobi diam-diam itu dilakukan karena takut membuat Amerika Serikat (AS) marah.



Sepak terjang para pejabat Barat itu diungkap Presiden Assad dalam wawancaranya dengan media Australia, SBS News.

”Mereka menyerang kami secara politik dan kemudian mereka mengirim pejabat untuk berurusan dengan kami di bawah meja, terutama soal keamanan, termasuk pemerintah Anda (Australia),” kata Assad kepada wartawan SBS, Luke Waters.



”Mereka tidak mau Amerika Serikat marah,” kata pemimpin rezim Damaskus itu, yang dilansir Jumat (1/7/2016).

”Sebenarnya sebagian besar pejabat Barat hanya mengulangi apa yang ingin Amerika Serikat katakan. Ini adalah kenyataan,” lanjut Assad.

Menjelang penayangan wawancara dengan Presiden Assad, media Australia itu juga mewawancarai mantan Duta Besar Australia untuk Suriah, Bob Bowker, yang membantah klaim pemimpin Suriah tersebut.

“Kenyataannya adalah bahwa Assad terlihat di Barat sebagai pemimpin tidak layak untuk ditangani,” katanya. Dia menambahkan bahwa Assad kehilangan kredibilitas di dunia Arab.

Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, juga menyebut Assad sebuah "tiran pembunuh". Sedangkan pemimpin oposisi Australia, Bill Shorten, menggambarkan Presiden Suriah itu sebagai “jagal”.


”Pernyataan-pernyataan ini, saya hanya bisa mengatakan bahwa mereka terputus dari realitas kita, karena saya memerangi teroris,” ujar Assad menolak tuduhan pemimpin dan oposisi Australia itu.

”Tentara kami memerangi teroris, pemerintah kami melawan teroris, seluruh lembaga melawan teroris. Jika Anda menyebut orang yang memerangi terorisme adalah jagal, itu masalah lain,” imbuh Assad.


(massindonews
iklan