Rusia-Turki Capai Kesepahaman Soal Krisis di Suriah

MOSKOW - Rusia dan Turki dilaporkan telah mencapai kesepahaman mengenai krisis yang terjadi di Suriah. Kedua negara juga disebut telah sepakat mengenai pentingnya memberangus al-Nusra, cabang al-Qaeda di Suriah.



Kesepahaman itu dicapai kala terjadi pertemuan antara Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Turki,  Mevlut Cavusoglu. Dalam pernyataan bersama, kedua pihak menekankan, bahwa Rusia dan Turki tidak hanya menanggap ISIS sebagai kelompok teroris di Suriah, tapi juga al-Nusra.



Selain itu, keduanya juga telah sepakat bahwa kelompok oposisi harus menarik diri dari wilayah yang dikuasai oleh teroris. Menurut Lavrov, Turki telah menerima aturan baru upaya anti-terorisme di Suriah. 

Dimana, papar Lavrov Turki telah setuju dengan pendapat jika pasukan yang disebut dengan oposisi moderat tidak meninggalkan kawasan yang dikendalikan oleh teroris, mereka akan dianggap sebagai kaki tangan teroris. Dengan kata lain, mereka akan menjadi target serangan.

"Mereka yang tidak ingin terkena serangan perlu meninggalkan posisi yang dikuasi oleh oleh Jabhat al-Nusra dan ISIS. Jika oposisi patriotik, oposisi konstruktif tetap di wilayah yang dikuasai oleh teroris, akan dianggap kaki tangan terois," kata Lavrov, seperti dilansir Sputnik pada Sabtu (2/7).


(esnsindonews
iklan