Putin Sebut NATO Rusak Keseimbangan Militer

MOSKOW - Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan, kegiatan NATO di perbatasan ditujukan untuk pertarungan keseimbangan militer di kedua sisi. Meskipun begitu, Rusia tidak akan memberikan jalan kepada "mereka yang gila perang" tetapi akan memberikan reaksi yang sesuai.
 
 


"Kami terus menerus dituduh melakukan kegiatan militer. Dimana? Di wilayah kita sendiri. Tapi, hal-hal yang terjadi di perbatasan kita dianggap 'normal.' Pasukan respon cepat sedang dikerahkan, persenjataan ofensif diisi ulang di Polandia dan negara-negara Baltik. Semua ini bertujuan merusak paritas (keseimbangan) militer yang panjang," kata Putin dalam pertemuan dengan diplomat Rusia.

Putin mengatakan, diplomat Rusia harus melanjutkan pekerjaan mereka tentang penghapusan yang ada dan pencegahan lahan subur ketegangan baru dan tugas pertama-tama adalah di sepanjang perbatasan Rusia.
 



"Diplomasi Rusia harus terus aktif mempromosikan penyelesaian yang ada dan mencegah munculnya lahan subur ketegangan baru dan konflik, terutama di perbatasan kita," kata Putin seperti dikutip dari laman Sputnik, Kamis (30/6/2016).

"Sekaligus melindungi kedaulatan dan integritas teritorial Rusia, penting untuk menciptakan suasana kerjasama dan hubungan bertetangga," tambahnya.

Sejak tahun 2014, NATO telah membangun kehadiran militernya di Eropa, menggunakan dugaan campur tangan Moskow di Ukraina sebagai dalih untuk bergerak. Moskow telah berulang kali membantah klaim tersebut dan memperingatkan NATO bahwa penumpukan militer di perbatasan Rusia adalah provokatif dan mengancam keseimbangan strategis yang ada kekuasaan.


(ian) sindonews
iklan