Poster dan Spanduk yang Menyerukan Kudeta Militer Bermunculan di Pakistan

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Ribuan poster dan spanduk yang berisi seruan agar panglima Angkatan Darat Pakistan melakukan kudeta muncul di berbagai kota besar termasuk ibu kota Islamabad.




Poster dan spanduk ini memunculkan pertanyaan bagi sebagian warga Pakistan, negeri yang hampir separuh sejarahnya berada di bawah kekuasaan militer.

Poster-poster yang muncul di kota Lahore, Karachi serta kota militer Rawalpindi itu dipasang oleh "Move on Pakistan", sebuah partai politik yang didirikan pada 2013 dan kurang dikenal masyarakat.


Top Lebih 40 Video Teknologi Tercanggih di Dunia, Terkini 2016



Poster-poster itu dihiasi wajah Panglima AD Pakistan Jenderal Raheel Sharif dan menyayangkan keputusan sang jenderal untuk mundur dari jabatannya tahun ini.

"Kediktatoran jauh lebih baik ketimbang pemerintahan sekarang yang korup," kata Ali Hasmi, otak di balik partai Move on Pakistan, Selasa (12/7/2016).

"Cara Jenderal Raheel Sharif menangani terorisme dan korupsi sangat baik, tak ada jaminan bahwa penggantinya akan seefektif dia," tambah Hasmi.

PM Nawaz Sharif dikabarkan tengah menyiapkan nama untuk menggantikan sang jenderal yang sangat populer ini.

Sang jenderal yang kerap dikaitkan dengan situasi keamanan yang semakin meningkat ini kerap dipuji di dunia maya lewat tagar #ThankYouRaheelSharif atau #PakLovesGenRaheel.

Di saat kecintaan terhadap sang jenderal semakin meningkat, di sisi lain rakyat semakin mengkritik pemerintah yang dituding penuh korupsi dan tidak efektif dalam memerintah.

Namun, meski sangat populer, keputusan sang jenderal untuk mundur dari jabatannya ketika masa kerjanya selesai menuai pujian dari berbagai institusi pro-demokrasi.

Poster-poster yang mendorong sang jenderal untuk bergerak sejauh ini belum mendapat tanggapan dari pemerintah Pakistan.

Sementara itu, analis politik setempat, Hasan Askari mengatakan, dia tak melihat adanya ancaman terhadap sistem politik Pakistan saat ini.

"Tak ada pergerakan yang terorganisasi kecuali muncul sebuah sentimen massal," kata Askari mengomentari kemunculan poster-poster itu.

Sementara itu, pemerintah Islamabad dan provinsi Punjab, basis pendukung PM Nawaz Sharif, telah menyingkirkan poster-poster itu. Namun, poster-poster tersebut masih banyak ditemukan di berbagai provinsi lain.

Selama 69 tahun Pakistan berada di bawah kediktatoran militer dan hingga kini angkatan bersenjata dianggap sebagai pengontrol kebijakan pertahanan dan luar negeri Pakistan.
iklan