Pengalaman di militer mengubah kepribadian tersangka penembakan Dallas

Pengalaman selama bergabung di militer AS telah mengubah kepribadian Micah Johnson, tersangka penembakan di Dallas yang menewaskan lima polisi, kata ibunya.



Sang ibu, Delphine Johnson, menuturkan kepada situs The Blaze bahwa Johnson yang awalnya mudah bergaul menjadi pribadi yang "pendiam".

"Dunia militer tidak seperti apa yang Micah pikirkan," katanya. "Dia sangat kecewa."




Johnson melepaskan tembakan di tengah unjuk rasa yang digelar untuk memprotes kematian dua pria kulit hitam, Philando Castile di Minnesota dan Alton Sterling di Louisiana, oleh polisi.

Bahan pembuat bom, sejumlah pucuk senapan, dan sebuah jurnal pertempuran ditemukan di rumah Johnson.


"Saya tidak tahu harus berkata apa kepada setiap orang untuk membuat segalanya lebih baik. Saya tidak punya ide," ujar James Johnson, ayah Micah Johnson, kepada situs The Blaze.

"Saya menyayangi anak saya dengan segenap hati. Saya benci dengan apa yang telah dia lakukan."


Kepala kepolisian Dallas, David Brown, mengatakan semua petugas kepolisian berada di ujung tanduk setelah peristiwa itu dan keluarganya juga menerima ancaman pembunuhan.

Dia mengatakan bahwa 13 polisi menggunakan kekerasan terhadap Johnson selama pengepungan.

Membunuh Johnson bukanlah "dilema etika", katanya. "Saya akan melakukannya lagi" untuk melindungi sesama rekan saya, tambahnya.


Kejadian ini tidak akan mematahkan semangat departemen kepolisian, ujar Brown, yang telah melihat penurunan tingkat kejahatan di Dallas selama 12 tahun berturut-turut.

"Kami akan melakukan apapun" untuk memastikan bahwa Johnson adalah satu-satunya orang yang merencanakan serangan itu, katanya, dan bahwa departemen yang dia pimpin mengikuti "semua petunjuk".

Brown menyarankan kalangan muda kulit hitam di AS yang marah untuk bergabung menjadi polisi dan berupaya untuk menjadi "bagian dari solusi".

"Kami merekrut," katanya. "Keluar dari barisan unjuk rasa dan isi formulir lamaran (polisi)." bbc
iklan