Pemimpin ISIS Terlibat dalam Perencanaan Bom Turki

Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Turki memiliki bukti kuat yang menunjukkan bahwa para pemimpin ISIS terlibat dalam perencanaan serangan di Bandara Ataturk, Istanbul, pada Selasa lalu.




"[Serangan itu] direncanakan dengan sangat baik dengan keterlibatan dari kepemimpinan ISIS," ujar seorang sumber pemerintahan Turki kepada CNN, Kamis (30/6).

Dari bukti yang dihimpun tersebut, otoritas Turki juga menduga kuat bahwa para pelaku bom bunuh diri yang menewaskan 41 orang tersebut datang dari markas ISIS di Raqqa, Suriah, sekitar satu bulan lalu.

Militan ISIS yang berasal dari Turki, Uzbekistan, dan Rusia itu sudah membawa rompi dan bom untuk serangan di bandara Ataturk.




Mereka lantas menyewa apartemen di distrik Fatih, Istanbul, di mana salah satu pelaku meninggalkan paspornya.

Para tetangga di sekitar apartemen tersebut pun mengaku kaget melihat cuplikan video pengeboman tersebut. Tiga pria yang memakai jaket tipis dan menjinjing tas itu ternyata sering mereka lihat.

Pemilik agen real estate Bekir Yar Emlak mengatakan kepada polisi bahwa orang dalam video tersebut merupakan pria yang tinggal di apartemennya.

Mustafa Elsan, pemilik garasi di sebelah apartemen tersebut, juga mengaku kerap melihat para pelaku merokok di dekat jendela lantai satu apartemen dengan tirai tertutup.

Seorang tetangga lain mengaku sempat mencium bau kimia di gedung apartemen beberapa hari sebelumnya. Para penghuni apartemen pun sempat bertanya-tanya apakah ada kebocoran gas.

Semua bukti yang dihimpun otoritas menunjukkan bahwa serangan ini dipersiapkan dengan sangat matang. Meskipun belum ada pihak yang mengklaim sebagai dalang serangan ini, beberapa analis menduga kuat ISIS ada di balik tragedi tersebut.

Penulis buku ISIS: Inside the Army of Terror, Michael Weiss, mengatakan bahwa warga negara para pelaku sangat menunjukkan keterlibatan ISIS.

"Salah satu batalion ISIS yang paling kuat disebut batalion Uzbek. Mereka adalah garda depan penting yang menjaga Fallujah, kota penting di Irak. Tanya siapa saja dari ISIS. Orang dari bekas Uni Soviet tersebut paling gila perang dan berani mati," kata Weiss.

Menteri Dalam Negeri Turki Efkan Ala pun mengatakan bahwa semua informasi dan bukti menunjukkan ISIS merupakan dalang di balik serangan itu.

"Semua informasi dan bukti menunjukkan itu. Namun, hingga saat ini belum ada yang pasti," katanya. (ama)
iklan