Pelaut AS Disebut 'Bernyanyi' Saat Diinterogasi Militer Iran

WASHINGTON - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa anggotanya menyerahkan terlalu banyak informasi saat mereka ditangkap dan ditahan oleh militer Iran awal tahun ini. Hal itu tertuang dalam laporan milik Angkatan Laut (AL) AS.
 
 


Laporan itu mengatakan, beberapa dari 10 pelaut AS yang ditahan di bawah todongan senjata pada 12 Januari lalu oleh Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) telah mengungkapkan sejumlah informasi sensitif. Informasi itu seperti telepon dan password laptop ke Iran.

"Jelas beberapa, jika tidak semua, anggota awak yang ada setidaknya memberikan beberapa informasi kepada interogator mengenai nama, pangkat, nomor layanan sosial, dan tanggal lahir," bunyi laporan tersebut seperti dikutip dari Reuters, Kamis (30/6/2016).
 


Laporan itu lantas menyalahkan insiden itu kepada perencanaan yang buruk, pemimpin yang tidak dapat mempertimbangkan risiko, serta sikap puas diri ditengah kurangnya pengawasan dan moral yang rendah.

Seperti diketahui, pada 12 Januari lalu 10 pelaut AS sempat ditahan selama kurang dari satu hari di Iran pada bulan Januari lalu. Mereka ditahan karena telah memasuki perairan Iran tanpa izin. Belakangan diketahui jika hal itu disebabkan kerusakan pada alat navigasi kapal yang mereka tumpangi.


(ian) sindonews
iklan