Menhan AS Sebut Tindakan Rusia di Suriah Salah

WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Ashton Carter menilai, kebijakan yang diambil Rusia di Suriah adalah sesuatu hal yang salah. Ini juga, lanjut Carter, yang menjadikan AS selama ini terus menolak proposal kerjasama dengan Rusia untuk melakukan operasi bersama di Suriah.
 
 

 
Carter mengatakan, jika Rusia mau melakukan hal yang benar di Suriah, pihaknya mungkin saja pada akhirnya akan bersedia untuk melakukan operasi bersama dengan Negeri Beruang Merah itu di Suriah.
 
Maksud Carter, dari hal yang benar adalah meningkatkan upaya melawan ISIS di Suriah, mendorong proses politik sebagai bagian dari upaya damai di Suriah, dan berhenti melakukan serangan terhadap basis apa yang disebut dengan pemerontak moderat Suriah.
 
 
 
"Jika Rusia mau melakukan hal yang benar di Suriah, dan itu merupakan kondisi yang penting, seperti dalam semua kasus dengan Rusia. Kami bersedia untuk bekerja dengan mereka," kata Carter, seperti dilansir CNN pada Sabtu (2/7).
 
AS sendiri kemarin dikabarkan telah mengusulkan perjanjian baru tentang Suriah kepada pemerintah Rusia untuk kerjasama militer terhadap teroris di Suriah. Sebagai gantinya, AS meminta Rusia untuk menekan rezim Bashar al-Assad guna menghentikan pemboman terhadap kelompok pemberontak yang didukung oleh AS.
 
Dikutip dari laman Washington Post, proposal perjanjian itu telah dikirimkan ke pemerintah Rusia pada awal pekan ini. Inti dari perjanjian itu adalah, AS berjanji untuk bergabung dengan Angkatan Udara Rusia guna berbagi target dan mengkoordinasikan kampanye pemboman terhadap Front al-Nusra yang memerangi pemerintahan Presiden Suriah, Bashar al-Assad.
 
Sebagai gantinya, Rusia harus setuju menekan rezim Assad untuk menghentikan pemboman terhadap kelompok pemberontak Suriah yang tidak termasuk dalam daftar kelompok teroris. AS tidak akan memberikan Rusia lokasi kelompok pemberontak ini di dalam proposal, namun akan menentukan zona geografis yang aman dari serangan udara rezim Assad. 
 


(esn) sindonews
iklan