F-16 dan Heli Puma ditarik dari Pengamanan Natuna

Pasca sepekan lalu, 2 pesawat tempur F-16 TNI Angkatan Udara dikerahkan untuk mencegat Pesawat Hercules Charlie-130 milik Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) di atas Kepulauan Natuna dikarenakan pesawat itu melanggar ruang udara Indonesia tanpa ijin, (25/6).



kemarin 1 Juli, satu dari dua unit pesawat tempur F-16 Fighting Falcon milik TNI AU ditarik ke home basenya di Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Selain Pesawat tempur F-16 itu, Heli Puma dari Skadron Udara 8, Bogor juga ditarik ke Lanud Supadio, Pontianak.



Kedua pesawat yang memperkuat barisan langit natuna, meninggalkan Lanud Ranai, Natuna pada Jumat (1/7).



2 pesawat tempur F-16 milik TNI AU saat mencegat pesawat malaysia yang melewati eilayah udara NKRI. (foto.TNI AU)
2 pesawat tempur F-16 milik TNI AU saat mencegat pesawat malaysia yang melewati eilayah udara NKRI. (foto.TNI AU)
Komandan Lanud Ranai Kolonel Pnb Nurtantio Affan, SE., MH melepas langsung Kepulangan Fighting Falcon. Dalam kesempatan itu, Danlanud didampingi beberpa pejabat Lanud Ranai. Kepulangan Satu Flight pesawat tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara 16 Letkol Pnb Nur Alimi.
Sebelumnya, sejumlah pesawat tempur F-16 ditempatkan di Natuna guna melaksanakan tugas Operasi Hanud Lintas Merak dan Tangkis Sergab 2016 untuk mengamankan wilayah Natuna di ujung utara NKRI.
Heli Puma Skadron udara 8 TNI AU. (foto: TNI AU)
Heli Puma Skadron udara 8 TNI AU. (foto: TNI AU)
Adapun personel pendukung dan logistik yang terlibat dalam Operasi Hanud Lintas Merak dan Tangkis Sergab 2016 di Lanud Ranai tersebut kembali mengunakan pesawat C-130 dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma. Demikian seperti diberitakan penerangan Lanud Ranai, Natuna. (marksman/ sumber : Pen.Rni) jakartagreater
iklan