Cerai dengan UE, Assad Cemooh Inggris

DAMASKUS - Presiden Suriah Bashar al-Assad mencemooh politisi Inggris yang membiarkan Inggris hengkang dari UE. Ia menyebut para politisi Inggris sebagai politisi lapis kedua.



"Para pejabat ini telah menggunakan jabatannya untuk menasehati tentang bagaimana menghadapi krisis di Suriah, dan mengatakan 'Assad harus pergi' dan "Ia harus menghilang." Terbukti, kini ia yang tercerabut dari kenyataan," kata Assad.

"Kalau saja mereka tidak meminta referendum ini, Saya tidak akan menyebut mereka sebagai politisi lapis kedua," katanya lagi saat diwawancara televisi Australia SBS seperti dikutip dari Reuters, Jumat (1/7/2016).



Saat ditanya mengenai dampak Brexit terhadap Suriah, Assad mengatakan pemerintah Inggris yang baru mungkin memiliki kebijakan berbeda yang berpengaruh secara positif. "Tapi saya sekarang tidak punya banyak harapan tentang hal ini," imbuhnya.

Inggris dan pemerintah Barat lainnya menuduh Assad dan para pendukungnya telah melakukan kekejaman selama perang sipil. Perang Suriah telah menewaskan lebih dari 6,6 juta di dalam negeri dan memaksa 4,8 juta lainnya mengungsi, banyak yang mengungsi di Eropa.

Keprihatinan atas jumlah migran memasuki Inggris adalah salah satu faktor utama yang dikutip oleh juru kampanye kelompok yang menginginkan meninggalkan UE selama kampanye Brexit.


(iansindonews
iklan