Bidan ME Suntik 48 Bayi Gunakan Vaksin Palsu

JAKARTA - Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya mengatakan, ada 48 bayi yang sudah divaksinasi menggunakan vaksin palsu oleh bidan ME. Hal itu dilakukan di kliniknya yang berlokasi di Cakung, Jakarta Timur.
 
 


"Poinnya, dari 294 vaksin di tempat kemarin (bidan ME) ditemukan 48 sudah diimunisasi oleh vaksin palsu," kata Agung Setya di Bareskrim Polri Jakarta, Jumat (1/7/2016).

Menurut Agung, jumlah tersebut berdasarkan hasil data selama di tahun 2016 dan hasil uji delapan sampel vaksin yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terbukti itu adalah vaksin palsu. "Ya, pasti kandungannya berbahaya," kata Agung Setya.
 
 


Sebelumnya, pada Kamis lalu penyidik berhasil menangkap satu pelaku yaitu ME yang diduga memiliki peran sebagai bidan di kliniknya dan sekaligus menjadi distributor vaksin palsu.

Saat penangkapan, ME tengah melakukan penyuntikan pada bayi. Peredaran vaksin palsu yang sudah dilakukan sejak tahun 2003 rupanya telah meluas hingga beberapa tempat di antaranya Jakarta, Bekasi, Banten, dan Jawa Barat. Total pelaku sebanyak 18 orang.

Dari 18 pelaku tersebut, penyidik berhasil menemukan lokasi yang dijadikan peredaran vaksin palsu yaitu empat rumah sakit swasta, dua klinik, dua apotek, dan satu toko obat yang berlokasi di Jatinegara, Jakarta Timur.


(zik) sindonews
iklan