Amankan Wilayah Kedutaan, AS Kirim Puluhan Tentara ke Sudan Selatan

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) dilaporkan memperketat keamanan di wilayah Kedutaan Besar mereka di wilayah Sudan Selatan, setelah situasi di negara tersebut kian tidak menentu. Tidak tanggung-tanggung, AS mengirimkan puluhan tentara tambahan untuk mengamankan Kedutaan Besar mereka di negara itu.



"AS telah mengirimkan personel militer tambahan untuk meningkatkan keamanan kedutaan besar AS di ibukota Sudan Selatan, Juba," kata Presiden AS Barack Obama dalam sebuah pernyataan.
 
"Pertama, ini personel tambahan, jumlahnya sekitar 47 orang, dan telah tiba di Sudan Selatan pada 12 Juli, 2016, mereka juga didukung oleh pesawat militer," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (14/7).



 
Presiden AS itu juga mencatat bahwa ada sekitar 130 tentara yang ditempatkan di Djibouti, yang siap untuk memberikan dukungan bila memang diperlukan.
 
Konflik etnis bersenjata meletus di Sudan Selatan pada bulan Desember 2013, satu tahun setengah setelah mereka merdeka dari Sudan. Konflik ini pecah ketika Presiden Salva Kiir menuduh Wakil Presiden Pertama Riek Machar mempersiapkan kudeta militer. Lebih dari satu juta orang telah meninggalkan rumah mereka di tengah konflik. 
 
Pada bulan Agustus 2015, Kiir dan Machar menandatangani kesepakatan damai yang dibayangkan pembentukan Pemerintahan Transisi Persatuan Nasional. Namun, pertempuran baru pecah pekan lalu. Pada hari Senin, Kiir dan Machar memerintahkan pasukan mereka untuk menghentikan permusuhan.
 


(esn)
iklan