Trump Remehkan Hakim Muslim, Dianggap Tak Layak Memimpin

VIVA.co.id – Setelah menolak hakim asal Meksiko, Donald Trump kembali membuat pernyataan kontroversial dengan menolak hakim beragama Islam. Kandidat Presiden AS dari Partai Republik itu kerap mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mendiskreditkan umat Muslim.

Kali ini dia mengatakan bahwa, seperti halnya seorang hakim keturunan Meksiko, hakim beragama Islam juga masuk dalam daftar hakim yang akan ia tolak jika terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat pada Pemilihan Umum November mendatang.
Pernyatan tersebut dikatakan Trump ketika berada dalam sebuah acara dan ditanya mengenai rencananya yang ingin melarang umat Muslim untuk memasuki wilayah negara Amerika, termasuk melarang hakim beragama Islam. "Itu mungkin saja (melarang hakim Muslim masuk ke AS). Ya...ya, itu benar-benar mungkin terjadi," kata Trump seperti dikutip dari laman stasiun televisi ABC, Senin, 6 Juni 2016.

Sebelum mengomentari soal hakim Muslim, Trump menyebut Hakim Gonzalo Curiel, yang memimpin salah satu tuntutan hukum yang melibatkan Trump University, tak layak mengajukan gugatan. Trump beralasan, Curiel memiliki "konflik mutlak dengan Trump," karena ia adalah seorang keturunan Meksiko. Ia adalah warga negara Amerika dan lahir di Indiana.
"Saya mengatakan dia punya bias. Saya ingin membangun dinding (pemisah antara AS dan Meksiko), Hakim ini telah memperlakukan saya sangat tidak adil, dia memperlakukan saya dengan cara yang bermusuhan. Dan ada sesuatu yang terjadi," kata milyarder tersebut. Meski menuai kecaman, namun Trump bersikeras mengatakan bahwa komentarnya itu tidak bersifat rasis.
Donald Trump kini sedang berada diatas angin. Ia memenangkan suara delegasi dari Partai Republik. Pekan lalu, Ketua DPR AS, Paul Ryan, juga menyatakan dukungannya pada Trump. Jika terpilih dari Partai Republik, kemungkinan Trump  akan berhadapan dengan Hillary Clinton yang hingga saat ini meraih suara delegasi terbanyak dari Partai Demokrat.
(ren)
iklan