Terkait Bom Bandara Istanbul, Ini Pernyataan Hillary dan Trump

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Dua bakal calon presiden AS paling kuat Hillary Clinton dan Donald Trump memberi pernyataan soal aksi bom bunuh diri di bandara Ataturk, Turki yang menewaskan puluhan orang.



"Teroris kembali menyerang jantung salah satu sekutu NATO kita," kata bakal calon presiden Partai Demokrat, Hillary Clinton, Selasa (28/6/2016).

"Serangan di Istanbul justru akan semakin memperkuat upaya kita untuk mengalahkan terorisme dan radikalisme di seluruh dunia," tambah Hillary.



Dia melanjutkan, tragedi di Istanbul menjadi pengingat bahwa AS tidak bisa mundur dan harus semakin memperkuat kerja sama dengan para sekutu di Timur Tengah dan Eropa.

Hillary juga menyampaikan ucapan bela sungkawa kepada para korban dan keluarga mereka dan rakyat Turki pada umumnya.

Sementara itu, kepada para wartawan, Donald Trump juga menyampaikan bela sungkawa dan mengatakan dia mendoakan para korban dan keluarganya.

"Seluruh dunia terkejut dan ketakutan. Ancaman teroris tak pernah sebesar ini," ujar Trump.

"Musuh-musuh kita sangat brutal dan kejam serta siap melakukan apapun untuk menyingkirkan siapa saja yang tak mau mematuhi keinginan mereka," kata Trump.

Sehingga, lanjut Trump, semua pihak harus mengambil langkah untuk melindungi Amerika dari serangan teroris dan melakukan apa saja untuk menjaga keamanan Amerika Serikat.

Dua ledakan terjadi di bandara internasional Ataturk, Istanbul yang dikhawatirkan bisa menewaskan setidaknya 50 orang.
iklan