Sambangi China, Menlu Retno Akan Bahas Laut China Selatan

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia; Retno Lestari Priansari Marsudi, dijadwalkan terbang ke China pada pekan depan. Dalam kunjungannya itu, Menlu Retno akan membahas krisis Laut China Selatan.



Retno menyambangi China untuk menghadiri pertemuan antara ASEAN dan China, yang digelar pada tanggal 13 dan 14 Juni 2016 mendatang.


”Ini diadakan khusus, jadi tidak bersifat reguler, ini dilakasanakan di luar jadwal reguler yang ada. Pertemuan ini digelar pada 13-14 Juni di Kumning, Provinsi Yunan, China," kata Direktur Mitra Wicara Kawasan ASEAN, Derry Aman, pada Kamis (9/6/2016).



”Agenda secara umum, khususnya mengenai 25 tahun hubungan kerjasma ASEAN-China. Isu-isu regional, sifatnya tidak spesifik, tapi semua isu yang dianggap kepentingan bersama harus dibahas,” ujar Derry.


Derry melanjutkan, kunjungan Menlu Retno juga akan membahas krisis sengketa Laut China Selatan yang melibatkan China dan beberapa negara ASEAN. “Isu Laut China Selatan akan dibahas, tapi bentuk pembahasannya kita belum tahu,” katanya.


Hubungan China dan ASEAN sudah terjalin sejak 1991. Kedua pihak sudah menjalin banyak kerjasama, termasuk di bidang pertahanan, ekonomi dan juga sosial budaya. 


Sedangkan dalam pertemuan nanti, kedua pihak akan membahas target yang ingin dicapai bersama pada tahun 2020.


”Arti penting kerjasama antara lain target perdagangan 2020 sebesar satu triliun, total investasi 150 miliar dollar. China mitra dagang terbesar ASEAN, tapi belum untuk investasi,” imbuh Derry.


(massindonews
iklan