Rusia Mengaku Mulai Kehabisan Kesabaran Hadapi AS

MOSKOW -  Kepala Staf Umum Militer Rusia, Valery Gerasimov menuturkan, pihaknya mulai kehabisan kesabaran menghadapi Amerika Serikat (AS) terkait upaya melawan teroris di Suriah. Hingga kini, AS masih enggan memberikan rincian posisi kelompok yang mereka sebut sebagai pemberontak moderat Suriah.


 
Gerasimov mengatakan, AS terus mendesak Rusia untuk tidak menyerang pemberontak moderat. Namun, di saat yang bersamaan AS enggan memberikan rincian lokasi, yang membuat Rusia kesulitan untuk menentukan target serangan saat melakukan operasi di Suriah.


 
"Ini kita, bukan orang Amerika yang kehilangan kesabaran mengenai situasi di Suriah. Kami sepenuhnya memenuhi komitmen dan kesepakatan kami soal mengamankan gencatan senjata dan rekonsiliasi nasional di Suriah," kata Gerasimov.
 
Rusia, papar Gerasimov telah mengirimkan kordinat posisi ISIS dan a-Nusra kepada AS selama tiga bulan terakhir. Tapi, AS masih tidak dapat menentukan kelompok bersenjata mana yang merupakan teroris dan mana yang merupakan pemberontak moderat.
 
"Akibatnya, teroris secara aktif memulihkan kekuatan mereka dan situasi kembali meningkat," ucapnya, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (21/6).
 
Sebelumnya, pernyataan hampir serupa juga diutarakan oleh  juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov. Ia mengaku bingung dengan sikap yang ditunjukkan AS di Suriah.
 
"Sisi Amerika belum memberikan kordinat daerah yang diduduki oleh kelompok-kelompok oposisi di bawah kendali AS, yang tidak memungkinkan Moskow untuk menyesuaikan tindakan yang akan dilakukan oleh Angkatan Udara Rusia," ucap Konashenkov, kemarin.
 


(esnsindonews
iklan