Rusia Luncurkan Pesawat Baru, Saingan Airbus dan Boeing

Jakarta, CNN Indonesia -- Rusia meluncurkan pesawat penumpang jarak menengah baru yang didapuk akan lebih unggul dari berbagai pesawat buatan Barat, seperti Airbus dan Boeing, dalam banyak aspek. Pesawat ini akan dipasarkan ke maskapai Rusia maupun asing.




Dalam acara peluncuran yang mewah di sebuah pabrik di Siberia yang dihadiri oleh Perdana Menteri Dmitry Medvedev pada Rabu (8/6), Irkut Corporation meluncurkan pesawat penumpang MC-21 yang masih akan menjalani pengujian dan baru akan diproduksi mulai diproduksi tahun depan. Pesawat ini juga kerap dikenal dengan nama MS-21.

Pada kesempatan itu, Medvedev memuji mesin kembar jarak pendek dan menegah yang dimiliki pesawat itu, dan menyebutnya "keren." Medvedev menegaskan penting bagi Rusia untuk tetap menjadi pemain dalam pasar pembuatan pesawat, meskipun membutuhkan biaya yang tinggi.




Rusia kini masih berada di bawah sanksi yang dijatuhkan Barat atas perannya dalam krisis Ukraina. Namun, Rusia terus mencoba meremajakan industri produksi dalam negeri dalam upaya mengurangi ketergantungan negara itu terhadap perusahaan asing.

"Saya hanya ingin mengatakan bahwa saya benar-benar yakin bahwa pesawat itu akan menjadi kebanggaan penerbangan sipil Rusia, dan bahwa warga negara kita dan warga asing dapat menikmati penerbangan dengan MC-21," kata Medvedev, dikutip dari Reuters.

Pesawat itu akan diproduksi dalam dua varian, yakni MC-21-300 yang akan memiliki 160 hingga 211 kursi, dan MC-21-200 yang akan memiliki 130 hingga 165 kursi. Pengiriman pesawat akan dimulai pada 2018.

Media pemerintah Rusia melaporkan sejauh ini perusahaan pembuat pesawat itu sudah mendapatkan banyak kontrak dari operator domestik maupun asing.

United Aircraft Corporation, induk perusahaan Irkut, menyatakan pesawat baru akan mampu melayani rute hingga 6.400 kilometer dengan biaya operasional yang lebih murah sampai 15 persen dibandingkan pesawat dari generasi yang sama.

"Pesawat ini tidak terbuat dari logam, namun terbuat dari material campuran yang memungkinkan kita untuk memberikan bentuk khusus yang jauh lebih ringan dan kuat, sebuah langkah besar dalam pengembangan industri penerbangan kita," kata Wakil presiden Irkut Corporation, Vladimir Volkov. (ama/stu)
iklan