Rusia Berharap NATO Cabut Kebijakan Konfrontasi

WINA - Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Aleksey Meshkov menyatakan, Moskow berharap NATO menanggalkan kebijakan konfrontatifnya dan bergabung dengan Rusia demi keamanan global.



"Kami masih berharap bahwa akal sehat akan menang. Kami berharap bahwa mitra Barat kami akan menemukan kekuatan untuk meninggalkan rencana konfrontatif mereka dan mempertimbangkan bergabung dengan Rusia untuk memastikan keamanan global dan regional," kata Meshkov.



Menurut Meshkov, pembangunan militer NATO di Eropa Timur dan kebijakan resmi pertahanan dalam kaitannya dengan Rusia hanya dapat digambarkan sebagai kebijakan konfrontatif.

"Eropa sedang mengalami militerisasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dari wilayah Tengah dan Timur. Hampir semua negara NATO mengatur tentang peningkatan belanja militer mereka. Aliansi ini melakukan latihan besar yang tidak masuk akal," tambah Meshkov dikutip dari Sputnik, Selasa (28/6/2016).

NATO telah meningkatkan kehadiran militernya di Eropa Timur dan Laut Hitam sejak pecahnya konflik di tenggara Ukraina pada bulan April 2014. Hal itu adalah reaksi dalam menanggapi apa yang dianggap menjadi kebijakan luar negeri agresif Rusia.


(iansindonews
iklan