Pro-Brexit Menang, Inggris Abaikan Ancaman Mengerikan Uni Eropa

LONDON - Kubu pro-Brexit merayakan kemenangan hasil referendum yang menyatakan mayoritas rakyat Inggris memilih negaranya hengkang dari Uni Eropa. Pilihan rakyat Inggris ini sekaligus mengabaikan ancaman mengerikan yang telah disampaikan Uni Eropa.



Uni Eropa yang beranggoatakan 28 negara sudah memperingatkan dampak bagi Inggris jika keluar dari aliansi itu. Ancaman mengerikan itu antara lain, Inggris akan membuat lubang anggaran untuk mengatasi kenaikan pajak karena akan kehilangan akses perdagangannya di Uni Eropa. 



Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama juga pernah mengancam tidak akan memprioritaskan Inggris dalam sektor perdagangan dengan AS jika Inggris memilih Brexit. Dalam ancamannya, Obama saat itu menyatakan bahwa Inggris harus berada di antrean belakang Uni Eropa dalam sektor perdagangan dengan AS.

Namun, pemimpin Partai Kemerdekaan Inggris (UKIP) yang pro-Brexit, Nigel Farage, menyebut Uni Eropa sebagai “proyek gagal”. Menurutnya, hari kemenangan referendum ini menjadi “hari kemerdekaan” Inggris.

”Jin eurosceptic keluar dari botol dan sekarang tidak akan dimasukkan kembali,” kata Farage, seperti dikutip AFP, Jumat (24/6/2016). Dia menyerukan Perdana Menteri (PM) Inggris, David Cameron, yang anti-Brexit untuk mengundurkan diri sebagai kosekuensi kekalahan dalam referendum.

Beberapa warga Inggris pro-Brexit bersorak menyambut kemenangan. Mereka meneriakkan “Out! Out!”. Sedangkan warga anti-Brexit terpaku di depan layar televisi sambil menggenggam botol bir.


(massindonews
iklan