Presiden Terpilih Filipina Ributkan Klaim Sabah dengan Malaysia

DAVAO - Presiden terpilih Filipina, Rodrigo Duterte, mengatakan bahwa dia akan tetap pada posisi awal Pemerintah Filipina terkait klaim Sabah. Wilayah Sabah telah menjadi negara bagian Malaysia.



”Saya tetap dengan posisi awal dari pemerintah, tidak ada yang berubah,” kata Duterte menanggapi pernyataan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak, yang minta pemimpin Filipina tidak mengobarkan kembali sengketa Sabah.

”Iya,” kata Duterte ketika ditanya media Filipina, Inquirer, soal rencana pemerintahnya untuk mengklaim Sabah yang kaya minyak itu.



”Tapi hanya melalui cara-cara damai. Kami tidak memiliki cara mewah untuk membereskan masalah atau perang, kami hanya perlu berbicara dengan semua orang untuk mengembangkan negara kami,” lanjut Duterte, yang dilansir Kamis (2/6/2016).

”Kami tidak mampu untuk melawan, mari kita bicara, dan saya berharap Malaysia akan mengerti,” ujarnya.

“Kami akan membuat jelas kepada mereka, apa yang akan terjadi," katanya.

"Jika kami mengajukan kasus aktual ini di pengadilan (internasional), dan itu pasti kami akan menang, namun, kami tidak ingin ada masalah, sehingga bisa kita menyelesaikan ini dengan cara lain,” ujarnya.

Sebelumnya, diplomat Malaysia di Jepang menyatakan bahwa PM Najib Razak dalam sambutan sebuah forum di Kuala Lumpur minta Duterte menggunakan waktunya secara lebih produktif untuk membantu menyelesaikan masalah pemberontakan kelompok Moro ketimbang mempersoalkan klaim Filipina atas wilayah Sabah.

”Itu tentu akan lebih produktif daripada mengobarkan kembali isu klaim Sabah,” kata diplomat itu menirukan pernyataan PM Najib.


(massindonews
iklan