Ogah Brexit, Rakyat London Serukan Merdeka dari Inggris

LONDON - Rakyat London belum bisa menerima kemenangan pro-Brexit dalam referendum bersejarah Inggris. Mereka menyerukan London memerdekakan diri dari wilayah Inggris lainnya dan tetap bergabung dengan Uni Eropa.



Dalam referendum, London memang basis utama pendukung Inggris bertahan di Uni Eropa alias anti-Brexit. Lebih dari 2,2 juta pemilih di London memberikan suara bagi Inggris untuk bertahan di Uni Eropa.

Namun, suara London ternyata tidak bisa mengalahkan suara warga Inggris di beberapa wilayah lain yang memilih Brexit.



Warga Inggris yang frustrasi menyerukan Wali Kota  Sadiq Khan untuk memerdekakan diri dari Inggris. Seruan itu bermunculan di media sosial.

“London, tentu saja, suara mayoritas bertahan (di Uni Eropa). Jadi, kampanye dimulai di sini Kemerdekaan London di dalam Uni Eropa..!," tulis warga London, Richard Crowest di Twitter.

“Saatnya ingin London dikelilingi oleh air #IndependenceForLondon,” imbuh warga London lainnya, Fearghal Kelly di Twitter.

Tak hanya seruan merdeka di media sosial, warga London juga menyerukannya dalam sebuah petisi di situs Change.org yang digerakkan oleh James O'Malley. ”London adalah kota internasional, dan kami ingin tetap berada di jantung Eropa,” katanya, seperti dikutip Daily Mirror, Sabtu (25/6/2016).

”Mari kita hadapi itu. Sisa negara tidak setuju. Jadi, daripada suara pasif agresif terhadap satu sama lain pada setiap Pemilu, mari kita membuat perpisahan resmi dan bergerak dengan teman-teman kita di benua itu,” ujarnya.

Wali Kota London Sadiq Khan belum merespons seruan warganya untuk memisahkan diri dari wilayah Inggris lainnya. Perdana Menteri Inggris David Cameron yang sudah mengumumkan pengunduran dirinya telah meminta semua warga Inggris menghormati hasil referendum.


(massindonews
iklan