Militer Rusia Diminta Perkuat Kesiapan Tempur Hadapi NATO

MOSKOW - Presiden Rusia, Vladimir Putin meminta militer Rusia untuk meningkatkan kesiapan tempur dalam menanggapi tindakan agresif NATO di dekat perbatasan Negara itu.



"Rusia selalu terbuka untuk membahas masalah penting ini dan memiliki lebih dari sekali kesiapan untuk berdialog. Tapi, sama seperti yang terjadi pada malam Perang Dunia II, kami tidak melihat reaksi positif dalam menanggapinya," kata Putin seperti dikutip dariReuters, Rabu (22/6/2016).

"Sebaliknya, NATO memperkuat retorika dan tindakan agresif di dekat perbatasan kita. Dalam kondisi ini, kita berkewajiban untuk membayar perhatian khusus untuk memecahkan tugas memperkuat kesiapan tempur negara kita," sambung Putin.



Putin juga menyatakan, bahwa rasa kemanusiaan sekarang menghadapi bahaya kegagalan menahan ancaman menyebarnya terorisme dengan cepat, seperti kegagalan untuk bersatu melawan meningkatnya kekuatan Nazi Jerman.

"Masyarakat dunia tidak menunjukkan cukup kewaspadaan, kemauan dan konsolidasi untuk mencegah perang itu dan menyelamatkan jutaan nyawa. Apa jenis pelajaran yang masih dibutuhkan saat ini untuk membuang perselisihan ideologi tua dan compang camping dan permainan geopolitik serta untuk bersatu dalam memerangi terorisme internasional?" tutur Putin.


(iansindonews
iklan