Kisah Imran Yousuf Selamatkan Puluhan Orang Saat Pembantaian Orlando

ORLANDO -  Nama Imran Yousuf mungkin masih asing terdengar di telinga. Dia memang hanyalah seorang penjaga keamanan biasa, namun apa yang dia lakukan bisa dikatakan luar biasa.


 
Yousuf adalah petugas keamanan di klub Pulse, Orlando. Ia kebetulan sedang bertugas saat pembantaian di klub malam tersebut terjadi, dimana setidaknya 50 orang tewas dalam serangan paling mematikan di Amerika Serikat (AS) itu.
 
Jumlah korban tersebut bisa saja lebih banyak jika sosok mantan Marinir AS tersebut tidak berada di lokasi kejadian. Yousuf diketahui berhasil mengeluarkan setidaknya 70 orang dari klub gay tersebut, saat Omar Mateen tengah asik melepaskan tembakan.
 
Dalam sebuah wawancara dengan CBS, seperti dilansir Washington Post pada Minggu (19/6), Yousuf menuturkan, ia sudah mengetahui ada yang tidak beres ketika mendengar letusan senjata api. 
 
"Tiga atau empat bunyi tembakan terdengar pada awalnya. Itu sangat mengejutkan. Tiga atau empat tembakan, dan Anda bisa mengatakan itu adalah senjata dengan kaliber tinggi. Semua orang membeku. Saya berada di belakang, dan saya melihat orang-orang mulai berjalan ke lorong," ucapnya.
 
Menurutnya, berkat pelatihan dan pengalaman panjang selama bertugas di Marinir AS, ia bisa bersikap tenang dan mulai mencari cara untuk bisa mengeluarkan para pengunjung klub. Setelah melihat setiap sudut ruangan, lanjut Yousuf, ia melihat sebuah pintu di balik kerumuman orang.
 
"Namun, karena orang terlalu panik, mereka kesulitan untuk melihat dan membuka pintu itu. Kemudian saya berteriak "buka pintu, buka pintu", tapi tetap saja tidak ada yang bergerak karena mereka ketakutan," sambungnya.
 
"Entah kita semua tinggal di sana dan kita semua mati, atau saya bisa mengambil kesempatan menerima tembakan dan menyelamatkan orang lain, dan saya akhirnya melompat untuk membuka gerendel itu dan kami berhasil mengeluarkan sebanyak mungkin orang," imbuhnya.
 
Ketika ditanya berapa banyak orang yang berhasil dia selamatkan kala itu, ia memperkirakan antara 60 sampai 70 orang. "Ketika pintu terbuka, mereka terus mengalir keluar, dan setelah itu kami hanya berlari," katanya,


Meski demikian, dia berharap bisa berbuat lebih banyak lagi. "Saya berharap bisa menyelematkan lebih banyak lagi, banyak sekali orang yang mati, banyak sekali," pungkasnya.
 
Yousuf sendiri diketahui bertugas di Korps Marinir dari Juni 2010 sampai Mei 2016 sebagai insinyur peralatan dan teknisi kelistrikan. Menurut catatan Marinir AS yang diperoleh The Washington Post, dia dikerahkan ke Afghanistan pada tahun 2011.
 
Ia juga diketahui telah banyak mendapatkan pengharagaan selama bertugas, salah satunya adalah Navy and Marine Corps Achievement Medal.
 


(esnsindonews
iklan