Kamp Pengungsi Palestina di Yordania Diserang, 5 Orang Terbunuh

AMMAN - Sebuah serangan menyasar kawasan kamp pengungsi Palestina di Yordania pada hari Senin. Tiga perwira intelijen Yordania dan dua personel keamanan lainnya tewas dalam serangan tersebut.



Satu tersangka ditangkap. Pemerintah Yordania sebelumnya menyatakan serangan dilakukan seorang teroris. Namun, tak berselang lama pernyataan itu diralat dan pelakunya adalah pria Palestina.

Serangan di kamp Baqaa, sebuah kamp pengungsi terbesar di Yordania itu mengejutkan karena selama ini Yordania merupakan negara di Timur Tengah yang relatif stabil di banding tetangganya, Irak dan Suriah.



Juru bicara Pemerintah Yordania, Mohammad al-Momani, seperti dikutip Reuters, Selasa (7/6/2016), mengatakan bahwa dari penyelidikan awal menunjukkan serangan ditargetkan terhadap kantor departemen intelijen di kamp Baqaa. Momani mengatakan serangan dilakukan oleh teroris pada sekitar pukul 07.00 waktu setempat pada hari Senin.

Dua warga mengatakan tersangka adalah pria Palestina berusia 22 tahun dari kamp Baqaa yang tidak terkait kelompok militan radikal.

Gerak-gerik tersangka terlihat mencurigakan saat mendekati sebuah masjid tak terpakai di kawasan kamp pengungsi. Tersangka menolak saat akan ditangkap dan justru meluncurkan serangan dengan pistol.

Sebagian besar warga Yordania sejatinya adalah warga keturunan dari pengungsi Palestina yang melarikan diri pascapenciptaan negara Israel pada tahun 1948.

Serangan di kawasan kamp pengungsi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan penduduk tentang jaminan keamanan terhadap kamp pengungsi. Terlebih para pengungsi selama ini mengeluhkan diskriminasi di berbagai bidang, termasuk akses mendapatkan pekerjaan di Yordania.


(massindonews
iklan