Insiden Indonesia dan China di Natuna Sudah 3 Kali

JAKARTA - Insiden maritim yang melibatkan Indonesia dan China di perairan Natuna sudah terjadi tiga kali. Angkatan Laut Indonesia menegaskan tidak akan membiarkan kapal asing mencuri ikan di Natuna.



Insiden pertama terjadi bulan Maret 2016. Saat itu, kapal pasukan penjaga pantai (coast guard) China membantu kapal nelayannya yang ditahan aparat Indonesia di dekat Natuna atas dugaan mencuri ikan. Kementerian Luar Negeri Indonesia sudah protes keras dan memanggil Duta Besar China di Jakarta.

Insiden kedua terjadi akhir bulan lalu, di mana Beijing memprotes keras tindakan Angkatan Laut Indonesia yang menyita kapal China di sebuah perairan di dekat Kepulauan Natuna, Indonesia. Kapal China disita karena diduga menangkap ikan di wilayah Indonesia secara ilegal.

Selanjutnya, insiden ketiga atau yang terbaru terjadi hari Jumat pekan lalu. Kapal perang Indonesia mendekati 12 kapal asing yang diduga mencuri ikan di Natuna. Kapal-kapal asing itu melarikan diri, namun ada satu kapal berbendera China yang berhasil ditangkap.

Dalam insiden terbaru ini, China protes keras dan menyalahkan Indonesia. “Tindakan Indonesia melanggar hukum internasional,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari situs kementerian itu, Senin (20/6/2016).
Indonesia, kata Hua Chunying, sudah menyalahgunakan kekuatan militer untuk mem-bully kapal nelayan China.

”China sangat memprotes dan mengutuk penggunaan kekuatan yang berlebihan,” kata Hua Chunying.
Diplomat perempuan China ini ngotot insiden penembakan terjadi di wilayah perairan tradisional China, di mana Beijing telah mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan.


(mas)
iklan