Bandar Narkoba Filipina Sediakan USD1 Juta untuk Bunuh Duterte

MANILA - Keputusan Presiden terpilih Filipina, Rodrigo Duterte untuk melakukan segala macam cara guna membersihkan Filipina dari narkoba, ternyata mulai membuat para bandar besar narkoba tidak nyaman. Ini terlihat dari sebuah sayembara yang dibuat oleh para banda narkoba.


 
Melansir Russia Today pada Minggu (12/6), bandar nakoba di Filipina menawarkan hadiah sebesar satu juta dolar, atau sekitar Rp.13 miliar bagi siapapun yang bisa membunuh Duterte. 
 
Kepala polisi Filipina, Ronald Dela Rosa menuturkan, salah seorang informan polisi telah memberitahu dia mengenai hal ini. Dela Rosa menuturkan, jumlah hadiah pada awalnya hanya berkisar USD 200 ribu, namun meningkat empat kali lipat setelah Duterte mengumumkan perang besar terhadap narkoba.
 
Dela Rosa menyebut, pembahasan mengenai pemberian hadiah kepada pembunuh Duterte ini dilakukan oleh para bandar besar narkoba yang saat ini ditahan di Penjara Nasional Bilibid (NBP) di Muntinlupa, Filipina.
 
"Apa yang mereka tidak tahu adalah, bahwa salah satu dari mereka yang hadir dalam pertemuan tersebut telah mengatakan kepada saya soal apa yang mereka bahas," kata Dela Rosa dalam sebuah pernyataan.
 
Ketika ditanya bagaimana ia berencana untuk berurusan dengan para bandar nakoba tersebut, Dela Rosa menyatakan, para bandar tersebut harus dikeluarkan dari BNP secara horizontal, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
 
Duterte dalam beberapa kesempatan memang telah menyuarkan perang besar terhadap narkoba. Dia bahkan memberikan izin kepada warga Filipina untuk membunuh bandar atau pengedar narkoba.
 


(esn)  sindonews
iklan