Wikileaks: Presiden Brasil Bekas Intel AS

BRASILIA – Presiden sementara Brasil yang baru saja menggantikan Dilma Rousseffyang dimakzulkan, Michel Temer pernah menjadi seorang informan kedutaan yang bekerja untuk dinas intelijen Amerika Serikat (AS). Demikian diungkap situswhistleblower Wikileaks.

Menurut Wikileaks, Temer berkomunikasi dengan Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Brasil melalui telegram. Isi komunikasi tersebut dikategorikan sebagai informasi “sensitif” dan “hanya digunakan untuk para pejabat”.
Wikileaks merilis dua komunikasi yang dilakukan mantan Wakil Presiden (Wapres) Brasil itu dengan AS bertanggal 11 Januari 2006 dan 21 Juni 2006.
Laporan yang dilansir Russia Today, Sabtu (14/5/2016) menyebutkan bahwa salah satu dokumen dikirimkan dari Sao Paulo, Brasil ke beberapa penerima, diantaranya Komando Selatan AS di Miami. Dalam komunikasi itu, Temer mendiskusikan situasi politik di Brasil pada masa pemerintahan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva.
Pria berusia 75 tahun itu juga mendiskusikan mengenai pemilu Brasil 2006 yang kembali memilih Lula sebagai presiden. Dia membagi sebuah skenario di mana partainya, Partai Gerakan Demokrasi Brasil (PMDB) memenangkan pemilu.

Dalam skenario itu, Temer mengatakan akan mengangkat 10 sampai 15 orang gubernur di tahun itu, dan partainya akan memiliki perwakilan terbanyak di dalam senat dan parlemen, sehingga presiden terpilih harus melapor kepada Partai PMDB yang berkuasa untuk melakukan kebijakan apapun.
“Siapapun yang memenangi pemilihan presiden akan datang kepada kami untuk melakukan langkah apapun,” kata Temer.
Mantan wakil presiden Brasil itu menjadi pelaksana tugas presiden setelah Dilma Roussef dimakzulkan pada Kamis, 12 Mei karena tuduhan korupsi.
Pemakzulan ini bersifat sementara waktu sampai Rousseff kembali disidang oleh Senat Brasil enam bulan ke depan. Hasil sidang nantinya akan menentukan apakah Roussef bisa kembali memimpin Brasil atau posisinya terus digantikan oleh Temer.
(raw)
okezone
iklan