Tantangan Bangsa Kian Kompleks, Bela Negara Jadi Solusi

JAKARTA - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memberikan kuliah umum di Universitas Suryakancana, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (4/5/2016).



Adapun tema kuliah umum Menhan, yakni Menumbuhkan Wawasan Kebangsaan dan Kesadaran Bela Negara. Kegiatan itu diikuti anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jawa Barat. Selain mahasiswa dari Cianjur, turut hadir beberapa perwakilan mahasiswa dari Bandung, Garut, Sukabumi, dan Tasikmalaya

Dalam kuliah umumnya, Ryamizard menjelaskan tentang ancaman dan tantangan yang tengah dan akan di hadapi bangsa Indonesia.

"Ancaman yang nyata itu adalah terorisme radikal. Kedua adalah separatisme dan pemberontakan bersenjata. Jangan bilang tidak ada. Ada. Dari kecil bisa menjadi besar. Ini yang harus kita perhatikan, kita harus sadar akan hal itu," tutur Ryamizard di Universitas Suryakancana, Cianjur, Jawa Barat, Rabu, (4/5/2016).

Dia juga mengungkapkan adanya ancaman bencana alam di Tanah Air. "Kita ini (berada) di ring of fire, di patahan bumi, sewaktu-waktu bisa terkena bencana alam," tandas Ryamizard.

Dia juga mengingatkan tentang ancaman narkoba bagi kaum muda. Menurut dia, Indonesia tidak akan besar jika narkoba tidak  diperangi secepat mungkin. "Ini ancaman sekarang dan yang akan datang," katanya.

Dia menegaskan Bela Negara merupakan solusi nyata untuk mencegah dan menghadapi kondisi sulit pada masa mendatang.

"Momentum ini untuk menumbuhkan kesadaran Bela Negara sebagai fondasi kekuatan bangsa guna menjaga tetap utuhnya bangsa Indonesia dan menjaga dari tantangan dan ancaman yang senantiasa ada di negeri ini," tutur Ryamizard.
Menurut dia, tantangan ke depan bagi bangsa Indonesia semakin kompleks. Seluruh elemen bangsa, kata dia, harus lebih antisipatif dalam menghadapi ancaman-ancaman tersebut.

Kemudian Menhan mengungkapkan kemirisannya mengenai kecintaan masyarakat terhadap Tanah Air yang dinilainya mulai luntur. Menurut dia, hal tesebut disebabkan oleh faktor pemahaman terhadap Pancasila dan undang-undang yang minim.



(dam)
sindonews
iklan