Setelah AS, ISIS Ancam Bocorkan Rahasia Militer Inggris

LONDON - Kelompok ekstrimis ISIS mengancam akan membocorkan data personel militer Inggris. Sebelumnya, hal serupa pernah dilakukan ISIS terhadap personel militer Amerika Serikat (AS) dan menyerukan kepada pengikutnya untuh membunuh mereka dimana pun berada.



ISIS mengklaim berhasil mencuri rahasia intelijen dari Kementerian Pertahanan Inggris. Klaim tersebut diungkapkan ISIS dalam postingannya di dunia maya lewat Divisi Hacking ISIS.

"Kebocoran berikutnya kita bahkan bisa mengungkap rahasia intelijen yang baru saja ISIS terima dari sumber saudara-saudara di Inggris yang telah menghabiskan waktunya untuk mengakuisisi Kementerian Pertahanan di London, seperti kita secara perlahan-lahan dan diam-diam menyusup ke Inggris dan Amerika Serikat (AS) secara online dan offline," bunyi pernyataan ISIS seperti dikutip dari laman Telegraph, Minggu (1/5/2016).

Sebelumnya, pada tahun lalu, ISIS merilis data pribadi 76 personel militer Angkatan Udara AS. Mereka juga menyebarkan foto dan alamat rumah para personil militer AS itu. "Bunuh mereka di mana pun mereka, ketuk pintu mereka dan penggal kepala mereka, tikam mereka, tembak mereka di wajah atau bom mereka," begitu perintah ISIS kepada para pengikutnya.

Dalam perkembangannya, pihak AS telah memastikan keamanan data pribadi ke-76 personel militer mereka. AS menyebut ISIS mendapatkan data itu setelah mengumpulkannya dari artikel berita dan newsletter militer sebelum dicocokkan dengan data publik yang tersedia di internet, seperti catatan telepon.


(ian)

sindonews
iklan