Saling Klaim Bebaskan WNI, Ketua MPR: Ada Udang di Balik Batu?

JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan mengapresiasi pembebasan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang disandera selama satu bulan oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina. 



Kendati demikian, dia meminta semua pihak menghentikan sikap saling mengklaim pihak yang paling berperan dalam pembebasan teresebut. Begitu juga dengan polemik mengenai apakah pembebasan para WNI itu dengan membayar uang tebusan atau hanya melalui negosiasi.

“Sudah hentikan kegaduhan. Mereka itu sudah membantu anggap saja sebagai amal soleh. Enggak usah saling mengklaim. Sudah cukup, jangan buat-buat isu-isu atau opini enggak jelas,” kata Zulkifli usai acara Safari Kebangsaan Partai Amanat Nasional (PAN) di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (5/5/2016).

Zulkifli mengatakan, semua orang harus menerima kenyataan tentang pembebasan 10 WNI tersebut. Termasuk orang atau kelompok yang dianggap berperan dalam pembebasan sandera.

“Kalau saling mengklaim, berarti itu tidak ikhlas. Jangan-jangan ada udang di balik batu. Biarkan amal soleh itu dicatat dalam sejarah dan pahala nanti,” ucap Zulkifli yang juga Ketua Umum DPP PAN ini.

Dia meminta agar semua pihak fokus terhadap pembebasan empat sandera lainnya yang ditawan."Saya mengapresiasi karena 10 orang bisa kembali ke Tanah Air dengan kondisi sehat. Sekarang lebih baik kita fokus kepada empat orang lagi, bagaimana caranya mereka bisa pulang dengan selamat juga,” tuturnya.



(dam)
iklan