Rusia Sebut Perusahaan Turki Penyuplai Bahan Bom ISIS

NEW YORK - Utusan Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin, memberikan daftar perusahaan Turki yang diduga Moskow menjadi penyedia komponen yang diperlukan ISIS untuk membuat bom rakitan kepada PBB.



Dalam surat yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Churkin mengatakan analisis komponen kimia bahan peledak yang digunakan ISIS melibatkan perusahaan Turki. Analisis itu dilakukan di daerah yang dibebaskan dari ISIS, seperti Tikrit di Irak dan Ayn al-Arab di Suriah.



"Komponen yang ditemukan dalam bahan peledak menunjukkan bahwa mereka diproduksi di Turki atau dikirim ke negara yang tidak mempunyai hak untuk mengekspor kembali (reekspor)," tulis Churkin seperti dilansir dari Russia Today, Kamis (26/5/2016).

Churkin juga mencatat peningkatan ekspor tujuh kali lipat dari Tuki ke Suriah dari amonium nitrat yang digunakan oleh teroris sebagai komponen untuk pembuatan alat peledak improvisasi.

"Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa pihak berwenang Turki sengaja terlibat dalam kegiatan Daesh, karena mereka menyediakan akses ke komponen untuk perangkat peledak improvisasi yang sedang banyak digunakan untuk melakukan tindakan teroris," kata utusan Rusia itu.

Terkait hal ini, Kementerian Luar Negeri Turki dengan cepat menolak klaim Rusia tersebut. Turki menyebut tuduhan itu sebagai contoh terbaru dari kampanye propaganda Rusia melawan Turki.


(iansindonews
iklan