Rusia Mengaku Tak Pernah Berniat Mencemooh Turki

MOSKOW - Rusia menegaskan mereka tidak pernah sedikitpun memiliki niat untuk menjelek-jelakan Turki, dengan mengeluarkan laporan adanya hubungan antara Turki dan ISIS. Menurut Negeri Beruang Merah itu, semua itu dilakukan demi kebenaran dan demi Suriah.



Dalam sebuah pernyataan paska pertemuan International Syria Support Group (ISSG) di Wina, Austria, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavorv menuturkan, apa yang selama ini mereka lakukan tidak lain adalah untuk perdamaian Suriah. Dengan diketahui rekan-rekan ISIS di luar negeri, itu bisa mencegah kelompok itu mendapatkan asupan, baik dana, senjata ataupun anggota baru.

"Kami tidak mencoba untuk mencemooh Turki dengan merilis laporan tersebut, kami tidak berusaha untuk membalas dendam pada siapa pun," kata Lavrov, merujuk pada laporan yang disebar Rusia di Dewan Keamanan (DK) PBB beberapa waktu lalu.

"Kami ingin menyelesaikan masalah krisis Suriah dengan cara politik yang damai. Semua yang kami lakukan bertujuan untuk hal tersebut," sambungnya, seperti dilansir Itar-tass pada Rabu (18/5).

Turki selama ini selalu membantah bahwa mereka memiliki hubungan dengan ISIS atau kelompok teroris lainnya. Turki juga menyebut laporan yang dirilis Rusia adalah omong kosong belaka.

Lavrov sendiri sebelumnya menyarankan Turki untuk membuktikan di hadapan DK PBB bahwa mereka memang tidak memiliki hubungan apapun dengan ISIS. Bantahan demi bantahan yang dikeluarkan Turki selama ini tidak menunjukan bahwa mereka memang tidak memiliki hubungan dengan ISIS.

(esnsindonews
iklan