Rusia Bebaskan Pilot Perempuan Ukraina

MOSKOW - Presiden Ukraina, Petro Poroshenko terbang ke Rusia untuk membawa pulang Nadiya Savchenko. Pilot perempuan Ukraina itu dibebaskan dalam pertukaran tahanan. Ukraina sendiri membebaskan dua orang warga Rusia.


Pembebasan Savchenko diyakini akan meredakan ketegangan antara Moskow dan Barat. Pembebasan ini terjadi beberapa pekan sebelum Uni Eropa memutuskan apakah akan memperpanjang sanksi terhadap Rusia atau tidak, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (25/5/2016).



Kantor berita Rusia, Interfax mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan, pesawat Poroshenko dalam perjalanan ke kota Rusia di selatan Rostov-on-Don. Bersamanya terdapat dua warga Rusia, Yevgeny Yerofeyev dan Alexander Alexandrov, yang ditangkap saat melakukan operasi rahasia di timur Ukraina.

Rencananya, menurut sumber yang dikutip oleh Interfax, Poroshenko akan menyerahkan dua orang agen Rusia tersebut dan menjemput Savchenko untuk kemudian membawanya pulang.



Savchenko yang berstatus pilot militer, tertangkap saat berperang melawan kelompok separatis pro Moskow di Ukraina timur. Ia kemudian diadili di Rusia selatan dengan tuduhan terlibat dalam kematian dua wartawan Rusia saat meliput konflik.

Pengadilan Rusia pada bulan Maret lalu menjatuhkan hukuman 22 tahun penjara bagi Savchenko. Saat dipenjara Rusia, Savchenko terpilih sebagai anggota parlemen Ukraina dan dipandang sebagai simbol perlawanan terhadap Rusia.


(iansindonews
iklan