Raja Saudi Danai Kampanye PM Netanyahu Ternyata Hoax

JAKARTA - Sejumlah media Timur Tengah, termasuk media Pemerintah Iran Press TV,melansir laporan Raja Arab Saudi; Salman bin Abdulaziz, menyumbang USD80 juta untuk kampanye Benjamin Netanyahu menjadi Perdana Menteri Israel tahun 2015. Laporan itu bahkan diklaim bersumber dari data “Panama Papers”.



Beberapa media  Indonesia juga ikut melansir laporan itu. Namun, Sindonews, pada Selasa (10/5/2016) menelusuri laporan itu dan ternyata hanya laporan palsu alias hoax.

Laporan beberapa media Timur Tengah itu berjudul “Leaked: Saudi King financed Netanyahu’s 2015 election bid”, yang artinya; “Raja Saudi mendanai Netanyahu dalam Pemilu 2015." 

Laporan yang salah satunya dipublikasikan situs middleeastobserver.orgAl Masdar News, dan beberapa situs lainnya tertulis bahwa pemimpin oposisi Israel; Isaac Herzog, mengatakan bahwa pendanaan Raja Saudi didokumentasikan dalam "Panama Papers."

Tapi, kantor Herzog, membantah telah menjadi narasumber dan membuat klaim seperti itu. Bantahan, dia sampaikan kepada media Yerusalem, Breitbart.

Kutipan Herzog dalam laporan palsu yang diklaim didokumentasikan di “Panama Papers” itu antara lain berbunyi; ”Pada bulan Maret 2015, Raja Salman telah mendepositkan 80 juta dolar (AS) untuk mendukung kampanye Netanyahu melalui pria Suriah-Spanyol bernama Mohamed Eyad Kayali.”

”Uang itu disetorkan ke rekening perusahaan di Kepulauan Virgin Inggris yang dimiliki oleh Teddy Sagi, seorang miliarder dan pengusaha Israel, yang telah mengalokasikan uang untuk mendanai kampanye  Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu,” lanjut kutipan Herzog yang ramai dirilis sejumlah media.

Sindonews mencoba mencari nama Mohamed Eyad Kayali di database “Panama Papers” yang disediakan yakni di situs offhoreleaks.icij.org/nodes/13002872. Hasilnya, nama Kayali tidak ditemukan.

Jurnalis senior Israel, Yossi Melman, yang penasaran dengan laporan itu juga meyakini bahwa laporan tersebut hoax, setelah tidak menemukan nama-nama penyalur dana itu di data “Panama Papers”.

Melman melalui akun Twitter-nya menuliskan indikasi laporan palsu itu.” I found nothing on the nonsense linking Netanyau to Saudi king. Here is the datebase link. Clic any name u wish,” tulis dia di akun Twitter-nya, @yossi_melman.

Dia juga men-tweet-kan bantahan Hertzog yang dicatut sebagai narasumber berita itu.“Labor leader Hertzog denies to me unsane websites' reports that he had said that Panama Papers would reveal Bibi got money from Saudi King,” lanjut tweet Melman.

Kejanggalan lainnya, adalah bahwa jika berita itu akurat, sangat mustahil media-media utama Israel termasuk media oposisi dan media Barat tidak ikut melansirnya.


(mas)
sindonews
iklan