Putra Osama: Suriah Medan Perang untuk Bebaskan Palestina

DOHA - Putra kesayangan Osama bin Laden; Hamzah bin Osama bin Laden, mengobarkan “jihad” di Suriah dan Palestina. Dalam pesan audio, Hamzah menyebut Suriah medan perang terbaik untuk membebaskan Palestina.




“Umat Islam harus fokus pada jihad di Al-Sham (Suriah) dan menyatukan jajaran mujahidin di sana,” katanya.


Pesan audio tak bertanggal itu sudah di-poting secara online hari ini (10/5/2016). ”Tidak ada lagi alasan bagi mereka yang bersikeras (dengan) divisi dan perselisihan sekarang, bahwa seluruh dunia telah memobilisasi melawan umat Islam,” lanjut Hamza.


Para pejabat intelijen di Amerika Serikat percaya bahwa Hamza adalah anak kesayangan Osama bin Laden, sang pendiri Al-Qaeda. Osama tewas dibunuh tim Navy Seal di tempat persembunyiannya di Abbottabad, Pakistan, Mei 2011.


Osama dilaporkan telah mempersiapkan Hamza sebagai pemimpin Al-Qaeda berikutnya, setelah kematian kakaknya Saad, dalam serangan pesawat tak berawak AS tahun 2009.


Dalam sebuah surat yang diambil dalam serangan yang menewaskan Osama dan ditujukan kepada “kepala staf” Al-Qaeda ; Atiyah Abd Al-Rahman, pemimpin al-Qaeda mengatakan bahwa Hamza harus dididik di Qatar.


“Sebagai ulama dia bisa membantah yang salah dan menepis kecurigaan di pusaran (kelompok) jihad,” tulis Washington Post, mengutip isi surat Osama.


Hamza diperkirakan berusia 23 tahun. Pesan “jihad” di Suriah dan Palestina dia sampaikan dalam bahasa Arab. ”Jalan menuju membebaskan Palestina saat ini jauh lebih pendek dibandingkan dengan sebelum revolusi Suriah,” bunyi pesan audio Hamza.




(mas)
sindonews
iklan