Putin Minta Negara Eks Soviet Tak Distorsi Sejarah

MOSKOW -  Presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan kepada negara-negara pecahan Uni Soviet untuk tidak mendistorsi sejarah, dan menghormati kemenangan atas Nazi di Perang Dunia II.


 
Azerbaijan, Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Moldova, Tajikistan, Turkmenistan, Uzbekistan, Abkhazia, Ossetia Selatan, Georgia dan Ukraina adalah negara-negara pecahan Uni Soviet. Dimana, sebagian diantaranya saat ini sudah memiliki pandangan dengan Rusia.
 
"Dalam ucapan selamat di Hari Kemenangan, Putin menekankan bahwa sangat tidak bisa diterima bagi sebuah pihak untuk meninjau sejarah, pengulangan peristiwa tragis masa lalu," kata Kremlin dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (8/5).
 
Putin juga mendesak bagi seluruh negara untuk menghargai memori mereka yang tewas selama Perang Patriotik Besar dan merawat veteran yang masih hidup.
 
"Hari Kemenangan adalah hari libur suci yang selamanya akan tetap menjadi simbol kepahlawanan dan kesatuan bangsa, yang membela tanah air mereka dalam pertempuran berdarah dan menyelamatkan dunia dari fasisme," sambungnya.
 
Rusia dan negara-negara pecahan Soviet menandai Hari Kemenangan setiap tahunnya pada tanggal 9 Mei. Mereka memperingati jutaan tentara Soviet dan warga sipil, yang meninggal dalam perang dengan Nazi Jerman dan sekutunya.
 
Sebuah parade militer besar-besaran akan digelar Senin di alun-alun pusat kota Moskow sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-71 dari akhir Perang Dunia II ini.
 


(esn)
sindonews
iklan