Pesawat Mata-mata AS dan Jet Penumpang Nyaris Tabrakan di Dekat Rusia

MOSKOW - Pesawat mata-mata RC-135 milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) nyaris bertabrakan dengan pesawat jet penumpang di dekat perbatasan Rusia.



Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Senin memanggil pihak atase pertahanan AS terkait insiden yang terjadi di atas Laut Jepang, di dekat perbatasan timur Rusia pada hari Minggu.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, pesawat mata-mata AS itu terbang terlalu dekatr dengan pesawat sipil.



Pesawat RC-135 sedang menjalankan misi pengintaian udara dengan semua transponder telah mematikan.

Awak pesawat mata-mata AS tidak menyediakan informasi mengenai penerbangannya kepada pengendali lalu lintas udara di kawasan itu, meskipun pesawat RC-135 terbang pada ketinggian yang sama dengan pesawat sipil.

”Ini hasil dari tindakan tidak profesional dari kru pesawat Amerika, bahaya (nyaris) tabrakan dengan pesawat penerbangan sipil telah diciptakan,” kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan semalam (23/5/2016), sebagaimana dilansirRussia Today.



Kementerian itu meminta pejabat AS untuk mengambil langkah-langkah untuk mencegah insiden seperti itu terjadi kembali di dekat perbatasan Rusia.

Menurut laporan Interfax, setidaknya ada dua pesawat jet penumpang milik maskapai Eropa yang terancam oleh manuver pesawat RC-135 AS ketika terbang di atas perairan netral Laut Jepang pada hari Minggu.

Pesawat RC-135 dilaporkan terbang pada ketinggian sekitar 11.000 meter (36.000 kaki) dan tidak menanggapi respons petugas kontrol lalu lintas udara Rusia. Pengendali udara Rusia terpaksa bertindak cepat untuk mengubah jalur penerbangan dari pesawat jet KLM Boeing-777, yang berada di wilayah yang sama saat perjalanan dari Jepang ke Belanda.

Pesawat jet sipil lainnya adalah pesawat masakapai Swiss yang terbang dari Jepang menuju Swiss. Pesawat ini bahkan dilaporkan melakukan kontak visual dengan pesawat besar bermesin empat yang diyakini sebagai pesawat mata-mata RC-135 AS. Petugas kontrol lalu lintas udara juga terpaksa meminta pesawat Swiss untuk mengubah ketinggian terbang guna menghindari bahaya.

Pihak Pentagon belum menanggapi laporan pesawat RC-135 yang nyaris bertabrakan dengan pesawat jet penumpang di dekat perbatasan Rusia.


(massindonews
iklan