Pencabutan Embargo Senjata atas Vietnam Bisa Bikin China Tidak Senang

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dapat mencabut embargo senjata saat ia melakukan kunjungan pertamanya ke Vietnam, pekan depan.


Pencabutan embargo senjata akan menghapuskan hambatan terakhir keduanya dari sisa permusuhan pada zaman perang.
Namun, pencabutan embargo senjata itu juga mungkin akan membuat China tidak senang. Beijing telah menggambarkan peningkatan hubungan pertahanan AS di kawasan tersebut.
Beijing semakin curiga di tengah ketegangan militer yang meningkat di Laut China Selatan, yang tidak saja melibatkan beberapa negara tetangga di kawasan, tetapi juga AS.

Terkait kunjungan Obama ke Vietnam, salah satu negara yang bersengketa dengan China di Laut China Selatan, Beijing telah mengeluarkan komentarnya akhir pekan lalu.
China menyatakan gembira melihat Vietnam memulihkan hubungan dengan AS. Namun, Beijing mengharapkan hal itu dapat memberikan keuntungan bagi perdamaian di kawasan itu.
"Dari sudut pandang pemerintah China, kami senang melihat Vietnam membangun pemulihan hubungan dengan negara yang bersangkutan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang, terkait kemungkinan pencabutan embargo senjata  itu.
"Kami juga berharap kemitraan itu dapat memberikan manfaat bagi perdamaian kawasan, stabilitas, dan kemakmuran," katanya menambahkan tanpa menguraikan lebih lanjut.
Perdebatan di lingkungan pemerintah AS atas pencabutan embargo senjata terjadi di tengah persiapan Presiden Obama mengunjungi Vietnam, pekan depan.
Vietnam, mantan seteru AS itu, meningkatkan kemitraan menghadapi peningkatan keangkuhan penguasaan wilayah oleh China di Laut China Selatan.
Ada dukungan yang cukup di Washington untuk mencabut pembatasan tersebut, termasuk dari Departemen Pertahanan atau Pentagon.
Namun ada juga kantong-kantong oposisi di Kongres, memicu ketidakpastian apakah Obama akan mengumumkannya ketika ia mulai mengunjungi Vietnam dalam beberapa hari ini.
Pemerintahannya mendorong lebih banyak kemajuan dalam hak asasi manusia, yang menghambat hubungan kedua negara.

Vietnam menyatakan menyambut percepatan pencabutan embargo senjata mematikan oleh AS, dalam persekutuan di antara kedua negara tersebut dan pengakuan kebutuhan pertahanan. Larangan itu mereda pada akhir 2014.
Secara signifikan, pemerintahan komunis Vietnam telah berkomitmen untuk mengizinkan serikat-serikat buruh independen sebagai syarat partisipasi dalam perjanjian dagang Kemitraan Trans-Pasifik yang didukung AS.
Namun, mereka masih memenjarakan sekitar 100 tahanan politik dan ada lebih banyak penahanan tahun ini.
Sebagai bagian dari upaya Obama untuk membantu negara-negara Asia Tenggara menghadapi Beijing, AS pada 2014 mengangkat sebagian embargo senjata yang berlaku sejak akhir Perang Vietnam.
Hal itu memungkinkan Vietnam membeli peralatan pertahanan mematikan untuk keamanan maritim.
Editor: Pascal S Bin Saju
Sumber: AFP/AP
iklan