Militer Rusia Bantah 4 Helikopternya Hancur Diroket ISIS

MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia membantah laporan bahwa ISIS menghancurkan empat helikopter Rusia dengan roket grad di pangkalan udara T4 di Provinsi Homs, Suriah.



”Semua helikopter tempur Rusia saat ini ditempatkan di Suriah, melakukan tugas-tugas rutin menghancurkan teroris. Tidak ada kerugian di antara personel dari pangkalan udara Rusia di sana,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov, dalam sebuah pernyataan resmi pada hari Selasa.



Namun, Stratfor, sebuah perusahaan intelijen swasta merilis gambar citra satelit yang menunjukkan sekitar empat helikopter dan 20 truk militer Rusia hancur di pangkalan itu akibat serangan. Menurut Stratfor, ledakan dan kebakaran hebat di pangkalan T4 Rusia pada 14 Mei 2016 itu bukan akibat kecelakaan.

Namun Konashenkov meledek bahwa laporan itu sebagai rumor yang bersumber dari ISIS. ”Rumor karangan tentang penghancuran helikopter tempur Rusia yang gagal mencoba menjual dugaan berita ini 10 hari yang lalu,” katanya. 



Mengenai gambar dari pangkalan udara yang meledak dan terbakar, Kementerian Pertahanan Rusia mencatat bahwa itu adalah kebakaran yang terjadi lebih dari satu bulan lalu.

”Dan merupakan hasil dari pertempuran sengit di lapangan terbang antara pasukan pemerintah Suriah dan teroris,” kata kementerian itu, seperti dikutip Russia Today, semalam.

Sementara itu kantor berita RIA Novosti  mengutip sumber di pangkalan udara T4, mengatakan bahwa helikopter mengalami kerusakan akibat kebakaran.

”Penyebab kebakaran belum diketahui. Ini mulai terjadi dekat daerah di mana empat helikopter ditempatkan, dengan truk yang tidak mampu untuk mendekati pusat kobaran karena serangan mortir mendadak oleh teroris. Api cepat menyebar ke helikopter,” kata sumber itu.


(massindonews
iklan