Militer Prancis Puji Kemampuan Pasukan TNI di Lebanon

JAKARTA - Satuan Tugas Indonesian Battalion (Satgas Indobatt) Kontingen Garuda (Konga) XXIII-J/Unifil dinilai sebagai kontingen pasukan perdamaian yang tangguh dan tidak bisa dipandang sebelah mata.



Hal tersebut diungkapkan Force Commander Reserve (FCR) Batallion Prancis Captain Hugo Martin saat menjalani latihan bersama antara Satgas Indonesian Battalion (Indobatt) Kontingen Garuda (Konga) XXIII-J/Unifil dan Force Commander Reserve (FCR) Batalyon Perancis di area of responsibility Indobatt, Lebanon Selatan.



"Indobatt adalah Kontingen yang tangguh, tidak dapat dipandang sebelah mata. Pasalnya, Prajurit TNI yang tergabung dalam Unifil ini keberadaannya selalu menunjukkan prestasi," ujar Hugo, Sabtu 28 Mei 2016.

Menurut dia, kehadiran Satgas Indobatt TNI selalu ditunggu-tunggu masyarakat Lebanon. Tidak hanya dalam kegiatan operasional maupun non-operasional seperti perlombaan dan pertandingan olahraga, tapi juga dalam acara kebudayaan.

Hugo menjelaskan, latihan bersama ini meliputi latihan menembak, patroli bersama, pengenalan alat utama sistem persenjataan (alutsista) serta permainan militer yang menitikberatkan kerja sama tim.

Dalam siaran pers yang diterima Sindonews pada Sabtu 28 Mei 2016, latihan bersama ini secara resmi dibuka oleh Komandan Satgas (Dansatgas) Konga XXIII-J/Unifil Letkol Inf Dwi Sasongko di Lapangan Soekarno UN Pos 7-1, Adchid al-Qusayr, Lebanon Selatan dam diikuti oleh perwakilan dari United Nation, para komandan kompi Indobatt, perwira dan staf Indobatt, dua pleton pasukan Indobatt dan satu pleton dari FCR di bawah kendali Captain Hugo Martin.

Dansatgas Indobatt Konga XXIII-J/Unifil Letkol Inf Dwi Sasongko dalam sambutannya mengatakan, ini merupakan suatu kepercayaan dan penghargaan bagi Satgas Indobatt karena terpilih oleh UN melaksanakan latihan bersama dengan Batalyon Perancis.

“Latihan ini selain untuk menciptakan hubungan baik kedua negara antara Indonesia dan Perancis, sekaligus pula dapat meningkatkan kemampuan masing-masing negara dalam bersama-sama menyukseskan misi perdamaian di Lebanon Selatan,” ujarnya.

Menurut Sasongko, terpilihnya Satgas Indobatt untuk melaksanakan latihan bersama dengan FCR yang notabene merupakan pasukan khusus Perancis di bawah kendali operasi langsung oleh Force Commander (FC) adalah karena dedikasi yang diraih Indobatt selama enam bulan penugasan menunjukkan zero accident.

“Selain itu Satgas Indonesian Battalion mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi selama di daerah operasi tanpa ada gejolak, baik di pihak Lebanon maupun Israel,” katanya.

Sasongko juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada para personel Indobatt maupun personel Batalyon Perancis yang bersemangat dalam melaksanakan latihan bersama ini. 


(damsindonews
iklan