Militer Korsel Fokus Hadapi Ancaman Nuklir Korut

SEOUL - Menteri Pertahanan Korea Selatan, Han Min-koo mengatakan, pembangunan militer negaranya akan difokuskan pada melawan perangkat nuklir dan rudal balistik Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) atau Korea Utara (Korut).



"Pergeseran paradigma dalam pembangunan militer akan dilakukan dengan cara yang menempatkan prioritas utama pada mengamankan kekuatan militer untuk melawan ancaman asimetris Korut, seperti senjata nuklir dan rudal," kata Min-koo seperti dikutip dari Xinhua, Rabu (4/5/2016).

Min-koo mengatakan, militer akan memperkuat sistem Kill Chain sebagai rantai utama penangkal serangan Korut dan meningkatkan sistem Korea Air and Missile Defense(KAMD). Militer Korsel juga akan memperkuat secara bertahap persenjataan militer untuk perang konvensional.

Kill Chain dan Korea Air and Missile Defense (KAMD) adalah progam rudal pertahanan asli Korsel yang bertujuan mendeteksi terlebih dahulu dan menghancurkan ancaman nuklir serta rudal dari Korut. Seoul berencana untuk mengoperasikan program dari pertengahan 2020-an.

Kepala pertahanan mengatakan Korea Selatan itu juga berencana untuk mengembangkan dan mengamankan sendiri "kekuatan militer asimetris". Ini dilakukan sebagai persiapan untuk transfer kontrol kondisi operasional masa perang pasukan Korsel dari Washington ke Seoul. Rencananya, hal ini dilakukan pada pertengahan 2020.


(ian)
sindonews
iklan