Menyamar, Pasukan SAS Culik Tiga Komandan ISIS di Irak

MOSUL - Pasukan khusus Inggris, SAS, melakukan penggebekan rahasia di Mosul Irak. Pasukan SAS menyamar dan menculik tiga komandan ISIS.



Ada sekitar 20 pasukan khusus Inggris yang ambil bagian dalam operasi rahasia di Mosul. Mereka menyamar menggunakan pakain sipil dan melakukan koordinasi dengan prajurit lokal dalam meluncurkan serangan terhadap kelompok Islamic State atau ISIS.

Laporan pasukan SAS yang menculik tiga komandan ISIS itu muncul setelah AmerikaSerikat (AS) mengkonfirmasi pengiriman 16 helikopter Apache ke Irak untuk mendukung misi merebut Mosul yang sudah diduduki ISIS sejak 2014.

Seorang sumber senior militer Inggris mengatakan"Ada berbagai kegiatan yang terjadi di sekitar Mosul yang memungkinkan komandan kami untuk membentuk disposisi (untuk melawan) pasukan musuh sebelum ada keterlibatan apapun.”

Penangkapan para komandan musuh selalu menjadi pendorong utama dalam mengubah cara berpikir lawan, itu akan menggoncang mereka dan mungkin memaksa mereka untuk membuat kesalahan,” lanjut sumber itu seperti dikutip express.co.uk, Sabtu (7/5/2016).


Dari sudut pandang kami membunuh musuh tidak selalu menjadi jawabannya. Jika kita bisa mendapatkan komandan untuk mengubah pandangan, seperti yang kita lakukan di Afghanistan, ini dapat memiliki pengaruh besar pada orang di Mosul dan dapatmenyelamatkan nyawa,” imbuh dia.

Tiga komandan ISIS yang diculik pasukan SAS dibawa ke penjara, di mana para perwira intelijen Inggris dari MI5 dan MI6 mengumupulkan informasi dari ketiga komandan ISIS itu.

Tentara Irak dipermalukan ketika ISIS menyerbu Irak utara dan mereka membutuhkan dorongan untuk (mengembalikan) reputasi mereka. Hal yang sama telah terjadi di Afghanistan, di mana pasukan Inggris menjadi mentor operasi pasukan lokal.”

Menteri Pertahanan Inggris Michael Fallon pernah mengkonfirmasi bahwa Inggris mengirimkan setidaknya 30 lebih pelatih militer ke Irak. Sedangkan jumlah personel militer Inggris yang dikirim ke Irak lebih dari 300 orang.


(mas)
sindonews
iklan