Menhan RI: Presiden Jokowi Akan Saksikan Pembelian Su-35 di Rusia

Presiden Joko Widodo akan menyaksikan kesepakatan pembelian pesawat tempur Sukhoi Su-35 di Rusia. Demikian hal tersebut diungkapkan Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu, sebagaimana yang dikabarkan Tempo.co




Menhan RI mengatakan, untuk tahap pertama, Indonesia akan membeli delapan pesawat Su-35. "Sedikit-sedikit dulu," kata Ryacudu di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/5).
Pemerintah Indonesia disebut-sebut hanya akan membelimaksimal sepuluh pesawat Sukhoi saja. Menurut menhan, pembelian tersebut dibatasi karena perkembangan teknologi pertahanan yang cepat berubah.
"Kita beli sepuluh saja. Tidak usah banyak-banyak, nanti terlanjur ketinggalan zaman. Kalau sudah ada yang baru lagi, kita bisaupdate," kata Ryacudu kepada Republika.co.id saat ditemui di kantor Menko Polhukam pada Februari lalu.

Pembelian pesawat Sukhoi Su-35 ditujukan untuk menggantikan satu skuadron pesawat tempur buatan Amerika F-5 E/F Tiger yang sudah usang. Sebelum akhirnya memutuskan membeli Su-35, pemerintah Indonesia telah lebih dulu mempertimbangkan untuk membeli F-16V buatan Lockheed Martin Corp, Eurofighter Typhoon buatan BAE Systems Plc, atau Gripen Saab AB.
Pesawat Su-35 Super Flanker yang diklasifikasikan sebagai pesawat generasi ke-4++, berada tepat di bawah pesawat siluman generasi kelima. Dibandingkan dengan F-16 dan F-18, yang berbasis teknologi tahun 1970-an, Su-35 baru saja masuk dalam perbendaharaan senjata AU Rusia.
Berdasarkan informasi dari Air Force Technology, Su-35 memiliki kemampuan manuver yang tinggi (+9g) dengan sudut penyerangan tinggi, dan dilengkapi dengan sistem senjata canggih yang membuat pesawat ini memiliki kemampuan tempur yang luar biasa. Kecepatan maksimum pesawat ini mencapai 2.390 kilometer per jam atau Mach 2,25.
rbth
iklan