Korsel Enggan Akui Korut Sebagai Negara Nuklir

SEOUL -  Pemerintah Korea Selatan (Korsel) menegaskan, pihaknya tidak akan pernah mengakui tetangga mereka, Korea Utara (Korut) sebagai negara nuklir. Status Korut menjadi negara nuklir itu diumumkan rezim Kim Jong-un yang mengadopasi hasil kongres Partai Buruh atau partai berkuasa di Korut.



"Pemerintah kami dan komunitas internasional tidak akan pernah menerima Korut sebagai negara kekuatan nuklir," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Korsel, Cho Juni-hyuck dalam sebuah pernyataan.

"Kami akan terus memberlakukan sanksi dan tekanan terhadap Korut, sehingga mereka bisa bangun dari ilusi pengembangan nuklir dan menunjukkan kesediaannya untuk denuklirisasi melalui tindakan," sambungnya.

Sebelumnya, pemerintah Jepang telah terlebih dahulu menegaskan posisi mereka, bahwa Jepang tidak akan mengakui Korut sebagai negara nuklir. 

”Korea Utara harus segera melaksanakan semua resolusi Dewan Keamanan PBB. Kami menganggap posisi (negara nuklir) tersebut tidak dapat diterima,” kata Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga, kemarin.

Dalam kongres pada pekan lalu, Partai Buruh memutuskan posisi Korut sebagai "negara bersenjata nuklir yang bertanggung jawab". Hal itu juga telah ditegaskan pemimpin Korut Kim Jong-un, bahwa negaranya tidak akan menggunakan senjata nuklir jika tidak diserang dengan senjata nuklir.


(esn)
sindonews
iklan