Kisah Habibie Pelopori Teknologi GSM di Indonesia

VIVA.co.id – Ulang Tahun Telkomsel ke-21 dirayakan dengan meriah tadi malam, Jumat, 28 Mei 2016. Selain dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan jajaran pejabat tinggi Telkomsel, mantan presiden ke-3 RI, BJ Habibie juga datang.

Meski dikabarkan berada dalam kondisi kurang sehat, Habibie tetap berdiri pidato selama hampir setengah jam di atas panggung. Ia berkisah kala dirinya menjadi orang pertama yang menggunakan teknologi telekomunikasi.
Dia mengisahkan, saat diminta pulang oleh Presiden Soeharto dan berbakti untuk Indonesia, BJ Habibie dengan tegas mengatakan ingin membuat pesawat. Dia menolak pinjaman dari bank dan hanya mau dibiayai dari penjualan sumber daya alam Indonesia, untuk membiayai proyeknya itu. Soeharto pun setuju dan dimulailah prestasi membangun pesawat kebanggaan bangsa.

"Tahun 1980an, pesawat sudah jadi dan tinggal mencari teknologi yang bisa menghubungkan sistem di atas dengan ground station. Pada 1993, teknologi GSM pun diizinkan di Indonesia. Dua tahun kemudian, saya mencari cara untuk mengabarkan keberhasilan pembuatan pesawat. Dari Batam, saya gunakan teknologi telekomunikasi itu pada 1995 untuk mengabarkannya, yang sekarang menjadi Telkomsel," papar Habibie, yang disambut tepuk tangan peserta yang hadir.
Meski menjadi orang yang pertama melakukan panggilan lewat jaringan cikal bakal Telkomsel, Habibie diketahui baru dikukuhkan menjadi pelanggan Telkomsel pada 2011. Kala itu, secara simbolik, Telkomsel memberikan kartu perdana Halo dan menjadikannya sebagai pelanggan ke-100 juta.
4G vs 2G
Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah, mengatakan Telkomsel terus berupaya untuk menyediakan akses telekomunikasi ke seluruh penjuru Indonesia, mulai dari kawasan perkotaan sampai desa, perbatasan dan juga pulau terluar. Hingga saat ini, pengguna Telkomsel telah mencapai 153 juta dengan dicakup oleh sekitar 116.000 BTS.
"Kami terus mengedepankan teknologi, khususnya mobile broadband dan layanan digital untuk meningkatkan produktivitas masyarakat. 4G kami kini sudah hadir di 100 kota di Indonesia. Lebih dari sekedar menghadirkan produk dan layanan, kami yakin bahwa teknologi seluler dapat memberikan manfaat yang positif, meningkatkan produktivitas, mendorong berbagai perubahan, baik ekonomi, sosial, maupun budaya masyarakat," ujar Ririek.
Meski telah bertransformasi ke layanan digital dan teknologi 4G, Telkomsel mengaku tidak akan pernah melupakan pengguna 2G yang masih ada sampai saat ini. Dikatakan Ririek, ada sekitar 45 persen pengguna Telkomsel yang masih menggunakan teknologi 2G. Biasanya berada di desa terpencil dan pulau terluar Indonesia.
"Masih ada 45 persen, artinya ada sekitar 60 jutaan pengguna 2G. Sekitar 40 persen dari total BTS kami pun masih ada yang 2G. Meski menggalakkan 4G, kami tidak pernah mengorbankan pengguna 2G. Profit legacy kami masih dari voice," jelas Direktur Jaringan Telkomsel, Sukardi Silalahi.
Ditambahkan Direktur Sales Telkomsel, Mas'ud Khamid, perusahaannya yakin pelanggan 4G akan terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Apalagi ditambah dengan ketersediaan handset 2G yang semakin lama akan semakin sedikit.
"Target kami, pelanggan 4G tahun ini akan mencapai 8 sampai 11 juta di jaringan kami. Separuhnya kami yakin akan berasal dari mantan pengguna 2G. Selain strategi melalui migrasi handset, kami juga banyak menyediakan bous paket di beberapa wilayah untuk merayu pelanggan 2G berpindah ke 4G," papar Mas'ud.
http://media.viva.co.id/thumbs2/2016/05/28/574914d298e75-telkomsel-ulang-tahun-ke-21_663_382.jpg
PR dari Menkominfo
Meski mengklaim sebagai penyedia layanan 4G dengan cakupan terbanyak dibanding operator lain, tetap saja hal ini dirasa belum cukup menjangkau semua wilayah Indonesia yang cukup luas. Menkominfo Rudiantara mengatakan bahwa masih ada lebih dari 400 kabupater yang belum di cover oleh 4G.
"Ini tugas Telkomsel bagaimana memberikan cakupan ke 400 kabupaten di Indonesia itu. Selain itu, kalau bisa dari sisi kecepatan download, kita bisa berada di nomor dua, setelah Singapura," kata Rudiantara.
Dijelaskannya, menurut data Open Signal, Jakarta telah menduduki posisi nomor empat perihal kecepatan internet. Untuk download, kata dia, Jakarta telah mencapai kecepatan 7 megabyte per second (mbps). Meski tergolong sudah cukup mumpuni namun masih kalah dengan Malaysia, Singapura dan Thailand.
"Itu kalau di kota. Kalau di wilayah timur, seperti Papua dan Maluku, kecepatannya cuma 300 Kbps, harganya juga mahal. Ini saya maklumi karena memang pembangunan infrastrukturnya mahal di sana," katanya.
Selain mendorong Telkomsel untuk memperluas lagi cakupan 4G-nya, Menkominfo juga menegaskan akan mempercepat proyek Palapa Ring. Diharapkan awal 2019 seluruh desa sudah bisa terhubung.
"Targetnya 1 Januari 2019, 400 kabupaten dan kotamadya itu bisa terhubung dengan broadband. 2019, kita bisa jadi nomor dua, by country, di bawah Singapura untuk kecepatan internet," kata Rudiantara optimistis.
Pekerjaan Rumah dari Menkominfo ini memang menjadi beban yang cukup besar bagi Telkomsel, yang merupakan perusahaan milik negara, untuk menghubungkan semua warga Indonesia dengan broadband. Namun sebagai orang yang pertama terlibat dalam cikal bakal Telkomsel, Habibie yakin perusahaan plat merah ini bisa melakukannya.
"You are the best and you will be the best," kata Habibie saat menutup pidatonya tadi malam.
(ren)
iklan